BJB FEBRUARI 2026

Emak-emak Protes, Elpiji Diduga Dioplos

Emak-emak Protes, Elpiji Diduga Dioplos

Pemilik warung di Rangkasbitung menata gas elpiji 3 kilogram untuk dijual, Selasa (5/5). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Masyarakat Kabu­paten Lebak terutama ibu ru­mah tangga (IRT) menduga banyak gas elpiji 3 kilogram yang beredar dan dijual ke masyarakat adalah gas elpiji yang dioplos dengan angin. Pasalnya, banyak gas si melon tersebut habis hanya dipakai dua atau tiga kali masak.

Nurul Khodijah, IRT di Keca­matan Rangkasbitung mengaku, dalam beberapa hari ini dirinya sudah mengganti gas elpiji 3 kilogram dua kali, padahal baru menggunakan masak nasi dan sayur dua kali. Namun, di hari selanjutnya gas sudah habis.

"Saya heran ko gas habisnya cepat, padahal baru juga dua kali dipakai masak, saya lihat regulator hingga selang tidak ada yang bocor, tapi jarum regulator sudah kembali ke angka nol," kata Nurul kepada wartawan, Selasa (5/5).

Dia menduga, gas elpiji yang dibeli takarannya  sudah diku­rangi, dan diisi oleh angin agar bisa menekan jarum regulator hingga bisa ke pengisian penuh.

"Saya lihat kemarin jarum regulator masih diatas, tapi sekarang sudah ada di bawah yakni di angka nol," ujarnya.

Lanjut Nurul, dia mencoba untuk menanyakan ke warung tempatnya biasa beli yakni di lingkungan perumahannnya dengan harga Rp24 ribu. Tapi,  warung tidak tahu apa-apa, karena dia beli elpiji dari pang­kalan yang diantar langsung ke warungnya.

"Iya, saya minta ini ditin­dak­lanjuti oleh aparat hukum dan menindak tegas agen atau pang­kalan yang nakal, karena sudah merugikan masyarakat sebagai konsumen," paparnya.

Yani, Kepala Bidang Perda­gangan pada Dinas Perindus­trian dan Perdagangan (Dispe­tin­dag) Lebak membenarkan jika saat ini marak beredar gas elpiji 3 kilogram oplosan. Untuk itu, dia meminta agar ma­syarakat berani melaporkan jika melihat ada kegiatan yang mencurigakan terkait gas elpiji.

"Belum lama ini di Kecamatan Maja, polisi sudah menggerebek tempat pengoplosan gas elpiji, untuk itu saya minta data warung yang di tempat Ibu Nurul Khodijah beli di pang­kalan atau agen mana, biar kita dan polisi langsung mela­kukan sidak," ucapnya. (fad)

Sumber: