SEPATAN – Para petani Kelurahan Sepatan dan Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang mengeruduk petugas pintu air jembatan Desa Pondok Jaya. Pasalnya, petugas menutup pintu air. Alhasil, debit saluran air tersier Sungai Cisadane tidak mengalir sampai ke lahan persawahan milik petani Anwar, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sepatan mengatakan, selama ini petani mengandalkan saluran air tersier Sungai Cisadane untuk mengairi lahan persawahan. Sebenarnya saluran ini bukan hanya digunakan untuk petani di kedua wilayah tersebut. “Saat itu, sawah yang dikelola petani mengalami kekeringan, karena debit saluran air tersier Sungai Cisadane mengering. Setelah ditelusuri, ternyata petugas menutup pintu air jembatan Desa Pondok Jaya, sehingga dapat disimpulkan hal tersebut menjadi penyebab sawah kekeringan,” tutur Anwar, Kamis (27/9). Puncaknya, para petani yang berasal dari kelompok tani (poktan) Subur dan Oja Mandiri, berkumpul di pintu air jembatan Desa Pondok Jaya mencari oknum petugas pintu air untuk membuka kunci pintu air tersebut. Setelah anggota Polisi dan TNI berkoordinasi dengan petugas pintu air, maka pintu air jembatan Desa Pondok Jaya dibuka. Dalam proses pembukaan pintu air yang dilakukan seorang petugas, petani mengutarakan kekecewaan, mereka nyaris melampiaskan kekecewaan secara berlebihan kepada petugas pintu air. Beruntung, beberapa personil Polisi dan TNI yang bersiaga dapat mengendalikan suasana. Berdasarkan informasi yang diterima, ia menyebutkan, para petani sudah meminta kepada instansi terkait untuk memindahkan oknum petugas pintu air jembatan Desa Pondok Jaya, ke tempat lain. Sebab, petani selalu diminta uang bila ingin mendapatkan suplai air saluran tersier Sungai Cisadane. “Tapi, kalau saya tanya yang bersangkutan tidak ngaku kalau suka mintain uang ke petani,” ujarnya. Sebelum petani menggeruduk petugas pintu air jembatan Desa Pondok Jaya, ia mnegungkapakan, seluas lima belas hektare lahan persawahan padi nyaris puso atau gagal panen karena kekeringan. “Masa tanam padi sudah berumur satu bulan, kalau kekeringan bisa puso. Tetapi sekarang, setelah tersuplai air maka tanaman padi tidak mati dan bisa panen pada November mendatang,” imbuhnya. Ditanya berapa luas lahan pesawahan yang kekeringan saat musim kemarau berkepanjangan saat ini, ia tidak bisa menjelaskan berapa luas lahan persawahan yang kekeringan. Sebab, kewenangan yang menjawab hal tersebut berada di Unit Pelaksana Teknis Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (UPT POPT) Sepatan. (mg-2/mas)
Warga Buka Paksa Pintu Air Pondok Jaya
Jumat 28-09-2018,03:45 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 19-04-2026,19:14 WIB
SMPN 1 Kronjo Bagikan Tablet Penambah Darah Cegah Anemia
Minggu 19-04-2026,19:10 WIB
Infrastruktur TKA SDN Cipondoh 5 Tangerang, Jaringan Internet dan Komputer Siap Digunakan
Minggu 19-04-2026,19:40 WIB
Wujudkan Pernikahan Impian, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated Gelar Wedding Open House “Whispers of Forever”
Minggu 19-04-2026,19:12 WIB
SDN Daan Mogot 3: Upacara Bendera Jadi Wadah Latihan Mental Siswa
Minggu 19-04-2026,19:17 WIB
SMPN 1 Pasar Kemis Raih Prestasi Membanggakan dari Renang hingga Voli
Terkini
Minggu 19-04-2026,21:38 WIB
Dinilai Membahayakan, Budi Tutup Jalan Rusak di Alun-alun
Minggu 19-04-2026,21:36 WIB
Pegawai Ditarget Tagih 9.600 Tunggakan
Minggu 19-04-2026,21:36 WIB
Pejabat Baru Harus Punya Inovasi, Permintaan Wali Kota Benyamin Saat Melantik 6 Pejabat Eselon II
Minggu 19-04-2026,21:34 WIB
Gubernur Klaim Banten Jadi Tujuan Migrasi
Minggu 19-04-2026,21:32 WIB