Batam - Sekretaris asosiasi perusahaan shipyard Batam/Batam Shipyard Offshore Association (BSOA), Suri Teo, menyatakan bahwa kondisi industri galangan Kapal (shipyard) di Kota Batam, Kepulauan Riau, kian mengkhawatirkan. Asosiasi ini mencatat, sejauh ini sudah ada 20 galangan Kapal yang tutup karena sepinya pesanan. "Anggota BSOA itu ada 50, dan 20 perusahaan sudah berhenti produksi," kata Sekretaris BSOA, Suri Teo, kepada Batam Pos, Kamis (13/4). Sementara 30 perusahaan lainnya mencoba bertahan karena masih menyelesaikan pesanan kapal di tahun lalu. Sebagian lainnya hanya melakukan perbaikan kapal-kapal kecil. Sedangkan mengenai jumlah karyawan, saat ini tinggal tersisa 2.500 orang. Kondisi suram industri galangan Kapal ini diperburuk oleh tarif jasa kepelabuhanan yang melambung. Tarif terbaru yang dirilis Badan Pengusahaan (BP) Batam dinilai sangat memberatkan. "Untuk melakukan perbaikan kapal saja, para pemilik kapal akan menghitung kembali karena biayanya tinggi," jelasnya. Dia menjelaskan tarif utama yang dianggap tinggi adalah tarif labuh tambat. "Kalau bisa tarif labuh tambat itu turun agar bisa bersaing dengan tetangga," jelasnya. Memang untuk tarif kapal berbendera Indonesia masih kompetitif. Namun untuk kapal berbendera asing sangatlah tinggi. "Ya kami ingin tarifnya diturunkan untuk mengundang kapal besar masuk ke Batam ," jelasnya. Dia menjelaskan Malaysia berwacana akan menerapkan tarif labuh tambat nol persen untuk kapal yang akan melakukan perbaikan. "Seharusnya kita bisa lebih dulu menolkan tarif tersebut," jelasnya. Dengan begitu, maka kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan dunia maritim akan bergerak. "Kru kapal akan isi minyak, air, dan akan berbelanja sehingga ekonomi bisa hidup," ujarnya. Sedangkan Anggota Tim Teknis Dewan Kawasan (DK) Pelabuhan dan Perdagangan Bebas Batam, Taba Iskandar, mengatakan permasalahan tarif jasa pelabuhan harus didudukkan antara lembaga BP Batam dan para pengusaha pelayaran. "Masalah ini harus didudukkan secara kelembagaan. Jangan karena dulu ada kebocoran jadi ditimpakan dengan tarif mahal untuk tutup kebolongan tersebut," ujarnya. (leo)
20 Perusahaan Tutup Total
Sabtu 15-04-2017,07:13 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 02-07-2026,08:43 WIB
Ren & Reina Akan Menemani Tamu Menikmati Japanese Street Food di Neo+ Airport Jakarta
Kamis 02-07-2026,08:57 WIB
Hotel Episode Gading Serpong Hadirkan Episode Love Story 4.0, Pameran Pernikahan Inspiratif
Kamis 02-07-2026,20:17 WIB
Dana BTT Akan Dialihkan Untuk Beli Tinta e-KTP
Kamis 02-07-2026,20:14 WIB
Harga Pangan di Kota Serang Turun
Kamis 02-07-2026,21:42 WIB
MUI Kabupaten Tangerang Ajak Masyarakat Doa Bersama dan Shalat Istisqa
Terkini
Kamis 02-07-2026,22:29 WIB
Sinar Mas Land Raih Dua Penghargaan Bergengsi di CX Asia Excellence Awards 2026
Kamis 02-07-2026,22:18 WIB
Pemdes Gencarkan Edukasi Sampah
Kamis 02-07-2026,22:16 WIB
Situs SPMB Makin Transparan, Pemkot Tangsel Komitmen Berantas Titip-menitip Bangku Sekolah
Kamis 02-07-2026,22:16 WIB
Driver Ojol Gagalkan Peredaran Sabu
Kamis 02-07-2026,22:16 WIB