BJB

Dana BTT Akan Dialihkan Untuk Beli Tinta e-KTP

Dana BTT Akan Dialihkan Untuk Beli Tinta e-KTP

Sekda Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana bersama Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang Warnerry Poetri, sedang melihat-lihat pelayanan Adminduk di kantor Disdukcapil Kabupaten Serang, di Puspemkab Serang, Kamis (2/7). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

SERANG — Disdukcapil Kabu­paten Serang, saat ini tidak dapat melayani pencetakan fisik Elek­tronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP), karena stok cartridge atau tinta untuk cetaknya sudah habis dan belum bisa beli lagi akibat efisiensi anggaran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Zaldi Dhu­hana, mengaku bakal menggu­nakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) kebencanaan, untuk pengadaan cartridge cetak e KTP kembali karena untuk kebutuhan mendesak.

Hal itu disampaikannya usai melakukan inspeksi mendadak atau sidak, di Disdukcapil Kabupaten Serang, di Puspemkab Serang, Kamis (2/7).

Zaldi mengatakan, e KTP fisik tidak bisa dicetak karena cart­ridge atau tintanya kehabisan padahal ada alternatif lain, yaitu bisa menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD), namun masyarakat masih banyak menginginkan bentuk fisiknya.

Sehingga perlu adanya penam­bahan anggaran untuk peng­ada­an cartridge cetak e-KTP secepatnya, kalau harus me­nunggu di anggaran perubahan memerlukan waktu lama semen­tara kebutuhan masyarakat terus meningkat.

"Masyarakat itu kalau tidak megang KTP fisiknya itu diang­gap belum punya KTP, tapi saat ini untuk cartridgenya sedang habis jadi tidak bisa cetak fi­siknya. Sehingga kita akan coba menganggarkan lagi, kalau per­geseran anggaran itu tidak bisa ada kemungkinan kita gunakan dana BTT," katanya.

Kata Zaldi, dana BTT bisa digunakan untuk kebutuhan mendesak bukan hanya keben­canaan saja, sehingga cartridge cetak e-KTP ini dinilainya sebagai kebutuhan masyarakat yang tentu sangat mendesak.

Oleh karena itu, Disdukcapil Kabupaten Serang dimintanya untuk segera mengajukan ang­garan yang diperlukan untuk pengadaan cartridge cetak e-KTP.

"Sebetulnya sudah dialokasikan sebesar Rp1,5 miliar, namun ka­rena adanya efisiensi anggaran jadi hanya Rp500 juta, ternyata tidak cukup sebab permintaan masyarakat cetak fisik e-KTP ter­lalu banyak. OPD terkait meng­ajukan kebutuhannya itu berapa, lalu kita sampaikan ke ibu bupati untuk bisa disetujui," ujarnya.

Dikatakan Zaldi, penggunaan dana BTT ini merupakan opsi terakhir yang akan dilakukannya, kalau seandainya tidak ada anggaran lain yang bisa digeser untuk pengadaan cartridge cetak e-KTP.

"Kita lihat nanti kebutuhannya seperti apa, kalau ada anggaran lain yang bisa digeser maka kita tidak gunakan dana BTT, kalau tidak ada maka kita gunakan dana BTT," ucapnya.

Zaldi mengaku, penggunaan dana BTT untuk pengadaan cartridge cetak e-KTP diang­gapnya itu tidak menyalahi aturan, sebab dana BTT bukan hanya untuk kebencanaan me­lainkan kebutuhan mendesak juga bisa digunakan.

Saat ini dana BTT Kabupaten Serang ada sekitar Rp12 miliar, dan sudah terpakai untuk pe­nanganan bencana hidro­meteo­rologi sebesar Rp2,4 miliar masih ada sisa sekitar Rp10 miliar kurang.

"Dana BTT tidak hanya diguna­kan untuk bencana namun keadaan mendesak juga bisa digunakan, jadi tidak menyalahi aturan. Sisa dana BTT kita kurang lebih ada Rp10 miliar kurang, Insyaallah kita akan gunakan untuk pengadaan cartridge cetak e-KTP," tuturnya.

Sumber: