TANGERANG – Persoalan difteri belum usai. Belum lama ini, Rumah Sakit Umum (RSU) Kabupaten Tangerang menerima pasien yang terjangkit penyakit menular itu. Terhitung sejak Agustus 2017 sampai kemarin (13/2) rumah sakit ini telah menangani sebanyak 99 pasien difteri. Berbagai upaya telah dilakukan tim medis, agar pasien sembuh. Walhasil, 89 orang sudah diperbolehkan pulang karena dinyatakan pulih total. Namun nyawa satu pasien tidak tertolong atau meninggal dunia, sementara 9 lainnya masih menjalani perawatan di ruang isolasi. Demikian dikatakan Koordinator Humas RSU Kabupaten Tangerang Liliek Kholidah. “Kemarin (12/2) kami menerima pasien perempuan berusia 21 tahun, warga Pasar Kemis. Sehingga sampai saat ini kami sudah menangani sebanyak 99 pasien. Satu pasien meninggal dan sembilan lagi masih dirawat,” tutur Liliek kepada Tangerang Ekspres, Selasa (13/2). Dia mengatakan, setiap pasien dirawat maksimal enam bulan, sampai benar-benar tuntas. Sebab jika tidak tuntas, tidak tertutup kemungkinan pasien tersebut terserang penyakit yang sama. Liliek pun mengimbau masyarakat untuk mewaspadai difteri. Salah satu cara pencegahan yang dinajurkan adalah vaksinasi. Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Desiriana Dinardianti mengatakan, difteri di wilayah Kabupaten Tangerang sudah jauh berkurang, karena diberikan penanganan yang cepat terhadap pasien. “Imunisasi tahap pertama kepada lebih dari 1,1 juta anak sudah selesai dilakukan. Saat ini sudah masuk tahap kedua,” kata Desi melalui pesan WhatsApp. Untuk diketahui, difteri merupakan penyakit berbahaya dan bisa merenggut nyawa. Gejala difteri terdiri dari batuk, otot lemas, pembengkakan kelenjar getah benih atau pilek, sulit menelan atau tenggorokan pegal, suara serak atau terganggu, bernapas secara bising atau napas pendek, demam, kelelahan, serta panas dingin. Berdasarkan instruksi Kementerian Kesehatan, sasaran imunisasi difteri adalah anak berusia 1 sampai 19 tahun. Lantaran usia tersebut berisiko terkena penyakit difteri. Vaksinasi dilakukan dengan mendatangi sekolah, Posyandu (pos pelayanan keluarga berencana – kesehatan terpadu), Posbindu (pos pembinaan terpadu untuk penyakit tidak menular) dan bekerja sama dengan Ikatan Bidan Idonesia (IBI) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI). (mg-3)
89 Pasien Difteri Telah Pulih
Rabu 14-02-2018,10:03 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 31-08-2026,21:58 WIB
Pemdes Babakan Asem Distribusikan 70 Sertifikat Tanah PTSL BPN Kabupaten Tangerang
Senin 31-08-2026,22:01 WIB
Tandon Sumur Karang Kronjo Mengering, Petani Terancam Terpaksa Nganggur
Senin 31-08-2026,21:56 WIB
Akselerasi Penerbitan NRPD bagi Perangkat Desa
Selasa 01-09-2026,16:33 WIB
BRI Raup Laba Rp31,2 Triliun, Salurkan Rp1.235 Triliun Kredit ke UMKM
Selasa 01-09-2026,16:25 WIB
Paramount Petals Perkuat Konektivitas Tangerang dengan Akses Tol Langsung
Terkini
Selasa 01-09-2026,21:48 WIB
DLH Target Uji Emisi 500 Kendaraan Gratis Tiap Hari
Selasa 01-09-2026,21:45 WIB
Disperkimta Tangsel Ajak Warga Turut Awasi Proyek
Selasa 01-09-2026,21:43 WIB
“Ming Galih Gaya” Jadi Batik Khas Tangsel, Akulturasi Tiga Budaya, Pilar Dorong Desainer Lokal Tembus Global
Selasa 01-09-2026,21:40 WIB
Reses DPRD Kabupaten Serang, Judul: Warga Mengeluh Sulit Kerja, Sampah Menumpuk
Selasa 01-09-2026,21:39 WIB