50 Calon Pejabat Belajar Kelola Pendidikan

Kamis 15-10-2026,21:21 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Provinsi Banten menjadi kelas belajar bagi 50 calon pejabat strategis nasional. Kinerja Pemprov Banten dalam mengelola sektor pendidikan dan kesehatan dinilai sukses, hingga dipilih menjadi lokasi Visi­tasi Kepemimpinan Na­sio­nal Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Ang­katan XXXIV Kemendagri 2026.

Puluhan peserta yang meru­pakan ASN calon Eselon II dari kementerian, lembaga pusat, dan pemerintah daerah itu datang langsung ke Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Kamis (15/10).

Plt Kepala BPSDM Kemen­dagri, Andi Ony Prihartono, me­negaskan Banten dipilih bukan tanpa alasan. Banten dianggap punya praktik terbaik yang layak ditiru. "Kami ingin belajar dan meng­adopsi praktik-praktik terbaik di Provinsi Banten, khususnya di bidang pendidikan dan kese­hatan," katanya.

Ia berharap, melalui kunju­ngan lapangan 15-17 Oktober 2026 ini, para peserta tidak hanya teori, tapi melihat lang­sung eksekusi kebijakan dan inovasi pelayanan di daerah.

Gubernur Andra Soni me­nyambut kunjungan itu se­bagai sebuah kehormatan. Menurutnya, ini menjadi ajang saling bertukar gagasan.

"Ini sebuah kehormatan bagi Provinsi Banten. Apa yang sudah kami lakukan bisa dipelajari bersama, sementara kekurangan yang ada menjadi bahan evaluasi," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Andra membeberkan kunci sukses Banten. Di sektor pendidikan, Pemprov tancap gas memperluas akses. Sepanjang 2026, tujuh unit sekolah baru diresmikan, terdiri dari dua SMA, empat SMK, dan satu Sekolah Khusus dengan daya tampung 1.356 siswa.

Program andalan Sekolah Gratis untuk SMA/SMK/SKh swasta juga terus jalan. Pada tahun ajaran 2025/2026 men­jangkau 60.705 siswa di 801 sekolah, dan tahun ajaran 2026/2027 menyasar 59.697 siswa di 782 sekolah.

Untuk pendidikan unggul, Banten menetapkan empat Sekolah Unggul Garuda Transformasi, yakni SMA Labschool Cirendeu, SMA Kharisma Bangsa di Tangsel, SMAN CMBBS, dan MAS Ibad Ar Rahman di Pandeglang.

Sementara pemerataan bagi warga prasejahtera diperkuat lewat tujuh Sekolah Rakyat, termasuk SRMA 33 di Tangsel, SRMA 34 di Lebak, dan lima Sekolah Rakyat Terintegrasi di Lebak, Serang, Pandeglang, dan Tangerang.

Di sektor kesehatan, Banten meraih UHC Award 2026 kategori Pratama. Cakupan JKN 2025 sudah 98 persen dengan keaktifan 80 persen.

Andra juga membangun pe­merataan layanan hingga selatan Banten lewat RSUD Muhammad Irsyad Djuwaeli di Labuan dan RSUD Uwes Qorny di Cilograng, serta ino­vasi mobile clinic dan tele­medicine.

"Prinsip pembangunan Ban­ten adalah adil dan merata. Penguatan layanan harus se­iring dengan perluasan akses dan pemerataan fasili­tas," tegasnya. (mam)

Kategori :