Warga Kunciran Jaya Krisis Air Bersih

Minggu 11-10-2026,22:05 WIB
Reporter : Muhammad Dhuyuf Khuzaimi
Editor : Miladi Ahmad

Kondisi tersebut menjadi perhatian aktivis lingkungan dari Saba Alam Indonesia Hijau, Pahrul Roji. Setelah berkomunikasi dengan warga dan ketua RT setempat, dia berupaya membantu pembuatan sumber air bersih baru untuk mengatasi kesulitan masyarakat.

“Setelah berkomunikasi dengan warga dan ketua RT, kami membantu membuat sumber air bersih baru. Ini sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan yang mereka alami,” kata Pahrul.

Pahrul juga mengkritik lambannya antisipasi pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kekeringan. Menurut dia, ancaman kemarau panjang dan dampak El Nino semestinya menjadi peringatan bagi pemerintah untuk menyiapkan langkah mitigasi sebelum masyarakat mengalami krisis berkepanjangan.

“Dampak El Nino dan potensi kekeringan seharusnya bisa diantisipasi. Ketika kondisi ini terjadi, warga sampai kebingungan mencari toren untuk menampung air. Setelah toren didapat, mereka kembali kebingungan mencari sumber airnya,” ungkapnya.

Dia menilai pemerintah perlu melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan, menyiapkan sarana penampungan, serta memastikan distribusi air bersih berjalan sesuai kebutuhan warga terdampak. Penanganan juga tidak seharusnya hanya dilakukan ketika masyarakat sudah kesulitan mendapatkan air.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah di Kunciran Jaya.

Berdasarkan data BPBD Kota Tangerang, distribusi air bersih pada Jumat (2/10) dilakukan di empat titik, yakni RT 02 dan RT 03 di RW 02 serta RT 04 dan RT 05 di RW 03, Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang.

Distribusi tersebut dilaksanakan BPBD bersama aparat wilayah setempat dengan dukungan suplai air dari Perumda Tirta Benteng. Armada pemadam kebakaran BPBD dari wilayah Pinang, Belendung, dan markas komando dikerahkan untuk menyalurkan air ke tangki penampungan yang disediakan serta wadah milik warga.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 18.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga terdampak. Sementara itu, total distribusi air bersih selama September hingga Oktober 2026 tercatat mencapai 110.750 liter.

Meski distribusi bantuan telah dilakukan, Pemerintah Kota Tangerang diharapkan memastikan penanganan krisis tidak berhenti pada pengiriman air bersih secara darurat. Distribusi berkala, penyediaan tandon komunal, pendataan sumur yang mengering, hingga kajian pembuatan sumber air baru perlu dilakukan agar warga memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan. (mg-9/mol)

Kategori :

Terkini

Senin 12-10-2026,21:28 WIB

Dua Pelaku Curanmor Dibekuk

Senin 12-10-2026,21:18 WIB

Rumah Ibadah Cerminkan Toleransi

Senin 12-10-2026,21:15 WIB

Maryono Semprot Pegawai Telat Apel