Kedua kendaraan tempur tersebut merupakan buatan Inggris dan mulai masuk ke Indonesia pada periode 1995-1997. Di Batalyon Kavaleri 9, terdapat sekitar 46 unit dari total sekitar 100 unit yang berada di Indonesia.
Dari sisi kapasitas, Scorpion dapat membawa tiga personel yang terdiri dari pengemudi, penembak dan komandan kendaraan. Sementara Stormer mampu membawa hingga 10 personel.
Scorpion juga dilengkapi meriam dan persenjataan pendukung. Sedangkan Stormer memiliki senjata mesin berat kaliber 12,7 milimeter.
Untuk mobilitas, Scorpion mampu melaju hingga sekitar 100 kilometer per jam. Kendaraan tersebut dirancang untuk mendukung tugas pengintaian dengan mengandalkan kecepatan dan kelincahan.
“Tank Scorpion tugas utamanya untuk mengintai sasaran musuh dengan cepat. Kecepatannya bisa mencapai 100 kilometer per jam,” jelas Dimas.
Sementara Stormer memiliki kecepatan yang relatif sama, namun dibekali tenaga mesin lebih besar. (bud/esa)