Menurutnya, Kota Serang memiliki modal sejarah dan budaya yang kuat karena berkaitan erat dengan sejarah Kesultanan Banten. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi bagian penting dalam membangun identitas Kota Serang.
Menanggapi berbagai catatan tersebut, Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan masukan mahasiswa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.
Terkait infrastruktur, Budi menyebut pembangunan jalan di sejumlah wilayah terus dilakukan. Ia menyebut Taktakan menjadi salah satu wilayah dengan pembangunan jalan yang cukup besar, disusul Walantaka dan Curug.
“Insyaallah, pembangunan tersebut akan masuk dalam program 2027. Target kami, pada 2028 sekitar 90 persen kondisi jalan di Kota Serang sudah dalam kondisi baik,” kata Budi.
Target tersebut, lanjut Budi, merupakan bagian dari komitmennya bersama Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia sebelum menyelesaikan masa jabatan.
Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong pembangunan agar tidak hanya dirasakan masyarakat di pusat kota, tetapi juga menjangkau wilayah lainnya.
Ia menambahkan, seluruh aparatur di lingkungan Pemkot Serang dituntut bekerja berdasarkan kinerja. Hal itu menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat perubahan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam bidang pendidikan, Budi mengatakan berbagai persoalan yang disampaikan mahasiswa akan segera ditindaklanjuti. Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan turun langsung ke lapangan untuk memastikan persoalan yang terjadi di sekolah dapat segera diselesaikan.
“Ini menjadi evaluasi. Segera dicek ke lapangan, termasuk seluruh SD. Panggil pengawas sekolahnya dan cek persoalan-persoalan seperti ini,” ujarnya.
Budi juga meminta persoalan administrasi siswa segera diselesaikan agar tidak menghambat anak memperoleh hak pendidikan.
Selain pendidikan formal, Pemkot Serang tetap mendorong pendidikan nonformal melalui program Paket A dan Paket B.
“Ini akan terus kita dukung agar seluruh masyarakat mendapatkan kesempatan pendidikan dan tidak ada yang tertinggal,” katanya.
Pemkot Serang juga menyiapkan sejumlah program pendidikan lainnya. Salah satunya program satu kelurahan satu sarjana yang menjadi salah satu program tahun ini.
Selain itu, program Kartu Indonesia Pintar (KIP) tetap berjalan. Budi menyebut Kota Serang mendapatkan sekitar 5.000 penerima KIP dari pemerintah pusat.
Sarasehan tersebut menjadi momentum bagi Pemkot Serang dan mahasiswa untuk memperkuat komunikasi serta membuka ruang evaluasi terhadap pembangunan di usia ke-19 Kota Serang. (ald)