Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, mengatakan capaian ini tumbuh sebesar 9,23 persen secara tahunan atau yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp60,7 triliun.
Berdasarkan komposisi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi pendorong utama dengan angka Rp42,21 triliun atau sebesar 64 persen, melonjak signifikan sebesar 19,55 persen (YoY). Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp24,05 triliun atau 36 persen.
"Untuk realisasi semester I ini, Provinsi Banten berapa diposisi lima terbesar secara nasional," katanya.
Virgo menuturkan, sektor usaha yang paling diminati oleh investor asing atau PMA adalah Industri Kimia dan Farmasi dengan capaian Rp5,44 triliun, disusul oleh sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp4,39 triliun, serta Perdagangan dan Reparasi Rp3,31 triliun.
Sementara untuk investor domestik atau PMD, sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran mendominasi dengan Rp14,53 triliun, diikuti Industri Kimia & Farmasi Rp4,60 triliun, dan Transportasi, Gudang & Telekomunikasi Rp3,68 triliun. (mam)