Persediaan Logistik Bencana Menipis

Minggu 09-08-2026,19:41 WIB
Reporter : Agung Gumelar
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Persediaan (buffer stok) logistik kebencanaan di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang dilaporkan mulai menipis, karena sudah banyak didistribusikan pada beberapa kejadian bencana sebelumnya.

Meski demikian hingga sekarang ini belum ada permintaan bantuan sem­bako dari masyarakat yang terdampak kekeringan. Karena permintaan bantuan lebih banyak ke perbaikan rumah imbas kebakaran maupun rumah roboh.

Kepala Dinsos Kabupaten Serang Yadi Priyadi Rochdian mengatakan, stok logistik seperti beras, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya memang terus berkurang se­iring dengan distribusi pada beberapa kejadian sebe­lumnya.

Namun pihaknya memas­tikan situasi tersebut masih terkendali, karena sejauh ini belum ada permintaan khusus terkait kekeringan yang masuk lebih banyak terkait kebakaran rumah dan rumah roboh. 

"Untuk buffer stok memang saat ini mulai menipis, tetapi belum ada permintaan ban­tuan sembako dari wilayah yang terdampak kekeringan. Selama ini yang minta bantuan dari kecamatan, itu pun ke­jadian kebakaran atau rumah roboh, jadi masih terkendali untuk buffer stok," katanya saat diwawancarai wartawan di depan Pendopo Bupati Serang beberapa hari lalu.

Yadi mengatakan, pengajuan penambahan buffer stok ben­cana sudah diper­siapkannya untuk menghadapi keben­canaan pada akhir tahun yang biasanya terjadi. 

Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemprov Banten, serta pihak terkait lainnya, agar kebutuhan masyarakat saat bencana nanti bisa terpenuhi. 

"Keterbatasan buffer stok bencana kini menjadi per­hatian kami untuk bisa menghadapi potensi bencana termasuk kekeringan. Kami terus berusaha berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi serta pihak lainnya, agar dapat membantu kebu­tuhan di Kabupaten Serang," ujarnya.

Dalam penanganan keke­ringan, Yadi mengaku, sudah berkoordinasi dengan Pem­prov Banten untuk bisa mem­berikan pinjaman mobil tangki air supaya bisa men­dis­tri­busikan air bersih ke wilayah kekeringan.

Karena Dinsos Kabupaten Serang saat ini hanya memiliki satu unit mobil tangki air yang kondisinya perlu perbaikan karena sudah lama tidak beroperasi. Sementara ini distribusi air bersih ke wilayah kekeringan dibantu Perumda Tirta Al Bantani dan Polres Serang.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Serang Ratu Rachma­tuzakiyah mengatakan, BPBD Kabupaten Serang mencatat awalnya ada tujuh kecamatan di wilayah Serang Utara yang terdampak kekeringan. Selain itu ada dua kecamatan yang mengajukan permohonan suplai air yakni Kecamatan Baros dan Petir. 

Ada beberapa penanganan yang sudah dilakukan, mulai dari BPBD telah berkoordinasi dengan lintas sektoral baik Pem­prov Banten maupun per­usahaan-perusahaan pe­nyedia air yang bisa mem­­berikan air kepada masyarakat.

"Pemkab Serang juga terus melakukan mitigasi dan pe­metaan daerah-daerah mana saja yang membutuhkan air. Sehingga, pada akhirnya kita menginginkan masyarakat kami tidak kekurangan air pada musim kemarau ini," katanya. (agm)

Kategori :