TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Banten terus berkomitmen memajukan industri properti lokal melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Salah satu langkah strategis yang konsisten dijalankan selama tiga tahun terakhir adalah program Sekolah Developer, sebuah wadah pembekalan ilmu keteladanan dan praktik lapangan bagi para anggotanya.
Ketua DPD REI Banten Roni H Adali mengatakan bahwa fokus utama organisasi saat ini adalah membangun kapasitas para pelaku usahanya terlebih dahulu sebelum mereka membangun bisnisnya. Melalui pendekatan ini, para pengembang diharapkan memiliki pondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan industri.
"Arah dan fokus DPD REI Banten adalah meningkatkan kualitas SDM. Manusianya dulu yang kita bangun, baru kemudian manusia tersebut yang akan membangun bisnisnya," katanya usai menggelar Sekolah Developer di hotel Swiss Belin Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (5/8).
Ia menjelaskan bahwa Sekolah Developer berawal dari diklat yang diinisiasi oleh DPP REI. Namun, DPD REI Banten memilih untuk mengembangkannya secara mandiri agar materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik para pengembang di daerah.
Berbeda dari pelatihan teoritis pada umumnya, Sekolah Developer mengedepankan ilmu terapan yang bersumber langsung dari para praktisi dan pengembang sukses. Sejumlah tokoh dan praktisi senior dihadirkan sebagai narasumber, salah satunya James Riady, Ketua Lippo Grup.
"Kami ingin anggota belajar bukan lagi dari teori, melainkan dari pengembang yang sudah terbukti sukses. Pola dan strategi sukses ini yang perlu ditiru agar semua anggota bisa tumbuh dan maju bersama," ujarnya.
Kehadiran para narasumber senior tersebut diharapkan dapat memberikan pencerahan, motivasi, serta keyakinan bagi para anggota REI Banten dalam menjalankan usahanya, terlebih di tengah situasi perekonomian yang penuh tantangan saat ini.
Sementara itu, Ketua Lippo Group, James Riady menekankan pentingnya integritas bagi para pengembang perumahan. Menurutnya, integritas bukanlah sekadar proses atau tujuan akhir, melainkan landasan utama untuk mencapai sasaran pembangunan nasional yang lebih besar.
Menurut James, sektor perumahan memiliki peran vital dalam menopang perekonomian nasional, termasuk memberikan kontribusi tambahan sebesar 2 persen untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen per tahun.
"Ini juga berperan untuk keadilan sosial, yakni memastikan mereka yang selama ini belum berkesempatan bisa memiliki rumah yang layak dihuni dan berlokasi dekat dengan tempat kerja. Semangat inilah yang mendorong REI untuk lebih giat membina generasi pengembang berikutnya," katanya.
Ia menilai kunci utamanya untuk menghadapi tantangan di tengah kondisi ekonomi saat ini terletak pada pengetahuan dan kepekaan dalam melihat peluang. Ia menegaskan bahwa industri properti saat ini sedang berada pada momentum emas yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Yang kita butuhkan adalah pengetahuan untuk menyadari bahwa saat ini adalah momentum. Tidak pernah dalam sejarah kita melihat Presiden yang secara langsung peduli dan mengomando sektor perumahan, didukung Ketua Satgas Perumahan serta Menteri Perumahan yang khusus didorong untuk mendobrak pembangunan sektor ini," tegasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Pengembangan Kota Baru, Mary Octo Sihombing memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi DPD REI Banten yang konsisten menyelenggarakan program Sekolah Developer. Langkah ini dinilai sangat strategis dalam membina para pengembang muda agar lebih profesional dan siap menghadapi dinamika bisnis properti nasional.
"Sekolah Developer ini kreatif sekali. Ini menjadi sarana yang sangat baik untuk membina para pengembang yang lebih muda atau yang baru masuk ke bisnis properti agar lebih mapan dan berkualitas," katanya.