Parkir Jadi Titik Lemah Festival Cisadane

Senin 27-07-2026,21:14 WIB
Reporter : Muhammad Dhuyuf Khuzaimi
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Festival Cisadane 2026 sukses mencetak rekor kunjungan dan perputaran ekonomi. Namun, di balik tingginya antusiasme masyarakat, persoalan parkir justru menjadi pekerjaan rumah terbesar yang akan dibenahi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang pada penyelenggaraan tahun depan.

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, mengakui keterbatasan lahan parkir menjadi kendala utama selama festival berlangsung. Membludaknya jumlah pengunjung membuat kapasitas parkir di sekitar kawasan bantaran Sungai Cisadane tidak mampu menampung kendaraan yang datang.

Karena itu, Pemkot Tangerang akan menyiapkan kantong-kantong parkir di luar area utama festival agar arus kendaraan lebih tertata dan tidak menimbulkan kepadatan.

Evaluasinya adalah parkiran. Kita harus menyiapkan kantong-kantong parkir di luar kawasan sepanjang Kali Cisadane yang mampu menampung kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga sirkulasi keluar masuk kendaraan menjadi lebih lancar, ujar Maryono usai apel pegawai di Puspemkot Tangerang, Senin (27/7).

Menurut Maryono, penyediaan kantong parkir menjadi prioritas utama dalam evaluasi Festival Cisadane. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung tanpa mengurangi kemeriahan festival yang setiap tahun terus berkembang.

Ini menjadi pekerjaan rumah kami. Solusinya adalah menyiapkan kantong-kantong parkir yang lebih representatif untuk penyelenggaraan Festival Cisadane berikutnya, katanya.

Meski demikian, Maryono menegaskan secara keseluruhan Festival Cisadane 2026 berjalan sukses. Jumlah peserta bertambah, pertunjukan seni budaya semakin beragam, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merasakan dampak ekonomi yang signifikan.

Kepesertaan semakin meningkat, penampilan di setiap stan semakin beragam, dan yang paling terasa adalah peningkatan perputaran ekonomi selama Festival Cisadane, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, mengungkapkan Festival Cisadane 2026 berhasil menarik sekitar 139.682 pengunjung selama lima hari penyelenggaraan. Lonjakan kunjungan tersebut menghasilkan perputaran ekonomi mencapai Rp10,63 miliar.

Alhamdulillah Festival Cisadane berjalan selama lima hari dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar 139.682 orang. Dampak ekonomi yang tercipta mencapai sekitar Rp10,63 miliar. Ini menjadi kebanggaan bagi Kota Tangerang, ujarnya.

Boyke menjelaskan, jumlah kunjungan tahun ini melonjak sekitar 106 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor pendorongnya adalah masuknya Festival Cisadane dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata yang semakin memperkuat promosi pariwisata Kota Tangerang di tingkat nasional.

Menurutnya, status tersebut tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga memperkuat citra Sungai Cisadane sebagai ikon budaya dan destinasi wisata Kota Tangerang.

Selain sektor pariwisata, dampak positif juga dirasakan para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Omzet pedagang meningkat lebih dari dua kali lipat seiring bertambahnya jumlah stan dari 90 booth pada tahun lalu menjadi 160 booth pada Festival Cisadane 2026.

Ke depan, Pemkot Tangerang menargetkan Festival Cisadane tidak hanya semakin ramai dikunjungi, tetapi juga semakin nyaman bagi masyarakat. Penyediaan kantong parkir yang memadai menjadi salah satu strategi agar festival budaya kebanggaan Kota Tangerang itu mampu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung sekaligus terus menggerakkan roda perekonomian daerah. (duy)

Kategori :