Penggunaan Digitalisasi Anak Perlu Pengawasan Ketat

Kamis 23-07-2026,21:39 WIB
Reporter : Agung Gumelar
Editor : Andi Suhandi

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Penggunaan digitalisasi di kalangan anak-anak saat ini semakin meningkat, seiring perkembangan teknologi yang pesat, dan kondisi ini memunculkan kekhawatiran berbagai pihak khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.

Sehingga diperlukan pengawasan ketat dari orang tua, sekolah, hingga Pemkab Serang, untuk dapat mencegah dampak negatif yang ditimbulkan, sebab tanpa pengawasan yang baik, anak-anak rentan terpapar konten negatif, kecanduan gadget, hingga penurunan interaksi sosial.

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, digitalisasi memang memberikan banyak manfaat, seperti memudahkan akses informasi dan mendukung proses belajar. Namun disisi lain kalau tidak dikendalikan dengan pengawasan yang ketat, tentunya akan membuat anak-anak terpapar konten negatif, kecanduan hingga penurunan interaksi sosial.

"Digitalisasi tidak bisa dihindari, tapi harus dikendalikan, dan anak-anak perlu pendampingan saat menggunakan perangkat digital agar tetap pada jalur yang positif," katanya kepada wartawan usai upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di halaman Pendopo Bupati Serang, Kamis (23/7).

Zakiyah mengatakan, pada peringatan HAN perlu dijadikan momentum untuk bersama-sama dapat memenuhi hak anak, dan melindungi anak-anak dari perbuatan yang tidak menyenangkan.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat mulai dari tokoh ulama, pemuda, tokoh masyarakat, satuan pendidikan, dan lainnya, menciptakan suasana yang kondusif, suasana yang aman, dan ramah bagi anak.

"Kalau sudah tercipta lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, tentu yang kita harapkan bisa akan mendapatkan generasi emas, yang Presiden inginkan dan kita semua ingin mewujudkannya. Oleh karena itu, kita tentu harus bersama-sama menjaga dan melindungi anak-anak kita," ujarnya.

Dikatakan Zakiyah, di era digitalisasi ini perlu ada pengawasan terhadap penggunaannya pada anak di Kabupaten Serang, sesuai surat edaran yang dikeluarkan pemerintah pusat soal batasan umur penggunaan digitalisasi.

Terlebih peran orang tua sangat penting dalam mengatur durasi penggunaan gadget, serta memilihkan konten yang sesuai dengan usia anak, dan diharapkan orang tua aktif berkomunikasi dengan anak terkait aktivitas digital mereka.

"Kita apresiasi pemerintah pusat dengan adanya surat edaran tersebut, bahwa di usia 16 ke bawah itu tidak boleh menggunakan media digital yang begitu bebas. Kita harus tindak lanjuti edaran ini, dan Insyaallah akan kita kaji dulu sebelumnya membentuk Perbub nya," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Serang Kuratu Akyun mengatakan, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bersama-sama, tentang perlindungan terhadap anak di Kabupaten Serang.

Karena kasus-kasus yang melibatkan anak-anak semakin meningkat, perlu ada dukungan dari semua lintas sektor untuk menjaga anak dari tindakan kekerasan.

"Kita butuh dukungan dari semua lintas sektoral termasuk masyarakat, tokoh agama, dan lainnya, yang terpenting adalah keluarga dan lingkungan satuan pendidikan. Kami punya berbagai macam program, yang pastinya semua berpihak kepada anak, yang nanti anak-anak itu bisa beraktivitas dengan aman, nyaman, dan tentunya ramah anak," katanya.

Akyun mengatakan, kasus kekerasan terhadap anak di Provinsi Banten kurang lebih ada 1.700 kasus, dan Kabupaten Serang ada sekitar 133 kasus tahun ini paling tertinggi yaitu Tangerang Raya. Korban kekerasan paling tinggi sekarang di usia 13 tahun sampai 15 tahun, ada banyak faktor yang mempengaruhinya diantaranya keluarga, lingkungan sekitar, dan penggunaan media sosial.

"Banyaknya kasus itu menandakan korban sudah mulai berani melapor, tapi kita juga bersama untuk bagaimana gencar dan secara masif melakukan kegiatan preventif dan edukasi ke masyarakat. Sehingga, bisa menekan angka penurunan pada kekerasan anak-anak di Kabupaten Serang," ujarnya. (agm)

Kategori :