TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pembangunan drainase di Jalan Sama'un Bakri, Kota Serang, resmi dimulai. Proyek yang dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Kali Wadas dan sekitarnya.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, pembangunan drainase merupakan tindak lanjut atas usulan Pemerintah Kota Serang kepada Pemprov Banten untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan tersebut. Saat ini pekerjaan telah dimulai dengan anggaran sekitar Rp6 miliar dan ditargetkan selesai pada tahun ini.
"Alhamdulillah hari ini pembangunannya sudah dimulai. Ini merupakan tindak lanjut usulan kami untuk penanganan banjir di Kota Serang," ujarnya saat meninjau lokasi proyek, Kamis (23/7).
Menurut Budi, saluran drainase dibangun di dua sisi Jalan Sama'un Bakri. Salah satu sisi memiliki panjang sekitar 1.250 meter, sedangkan sisi lainnya sekitar 400 meter yang nantinya akan terhubung dengan saluran menuju Sungai Cibanten.
Namun, pelaksanaan proyek masih menghadapi kendala perizinan pembangunan saluran yang harus melintasi jalur rel kereta api. Ia berharap proses perizinan segera selesai agar saluran dapat diteruskan hingga ke Sungai Cibanten sehingga fungsi pengendalian banjir lebih optimal.
"Kami sudah berkomunikasi dengan pihak terkait mengenai izin crossing di bawah rel kereta. Mudah-mudahan segera ada solusi agar saluran bisa langsung terhubung ke Kali Cibanten," katanya.
Budi juga mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan proyek dan mendukung kelancaran pekerjaan agar target penyelesaian tahun ini dapat tercapai.
Sementara itu, perwakilan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Banten, Andi Supriadi, menjelaskan pembangunan drainase di sisi kiri Jalan Sama'un Bakri memiliki panjang sekitar 1.250 meter hingga kawasan Pasar Ratu menuju saluran pembuangan air. Sedangkan aliran dari arah Kelurahan Cimuncang akan disalurkan melalui crossing menuju Kelurahan Lopang sebelum masuk ke saluran utama.
"Anggarannya kurang lebih Rp6 miliar. Mudah-mudahan pekerjaan bisa selesai tahun ini sehingga dapat mengurangi genangan di kawasan Jalan Sama'un Bakri," ujarnya.
Andi menambahkan, selain perizinan crossing, pekerjaan juga terkendala bangunan dan awning toko yang menutupi jalur drainase. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar pemilik bangunan melakukan penertiban secara mandiri sehingga pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana. (ald)