TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kecamatan Kasemen, Kota Serang mulai membenahi sistem penanganan sampah. Hal tersebut menyusul masih ditemukannya tumpukan limbah rumah tangga di sejumlah titik, baik di ruas jalan maupun bantaran Sungai Cibanten.
Pembenahan dilakukan dengan melibatkan pemerintah kelurahan, pengurus lingkungan, hingga mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat.
Camat Kasemen Sugiri mengatakan, persoalan sampah di wilayahnya tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pengangkutan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Menurutnya, penanganan harus dimulai dari lingkungan masyarakat agar kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat dihentikan.
”Kami sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh lurah agar penanganan sampah dilakukan secara komprehensif. Harapannya tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” ujar Sugiri saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/7).
Ia mengakui hingga kini masih terdapat sejumlah lokasi yang menjadi titik pembuangan sampah liar. Kondisi tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah tumpukan sampah di bantaran Sungai Cibanten dan beberapa ruas jalan di Kasemen ramai diperbincangkan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak kecamatan meminta seluruh lurah segera berkoordinasi dengan ketua RT dan RW guna menetapkan sedikitnya tiga titik tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di setiap kampung. Langkah itu diharapkan dapat mempermudah proses pengangkutan sampah oleh DLH sekaligus mencegah munculnya lokasi pembuangan liar.
Sugiri juga mendorong kawasan perumahan yang telah memiliki sistem pengelolaan sampah agar tetap mempertahankannya. Sementara di lingkungan perkampungan, masyarakat didorong membangun pengelolaan sampah secara swadaya, termasuk mendukung pembiayaan pengangkutan dari TPS menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Selain memperkuat sistem pengelolaan sampah, Kecamatan Kasemen memanfaatkan kehadiran mahasiswa yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.
”Saya berharap kegiatan KKM tidak hanya menjadi praktik lapangan, tetapi mampu meninggalkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam membangun kesadaran menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Menurut Sugiri, mahasiswa dapat berkontribusi melalui berbagai program, seperti edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik, penguatan bank sampah, penyediaan tempat sampah, hingga menghadirkan inovasi sederhana dalam pengolahan sampah yang aman bagi lingkungan.
Ia menegaskan, penanganan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, pemerintah kecamatan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kelurahan, RT/RW, DLH, perguruan tinggi, dan masyarakat agar persoalan sampah di Kasemen dapat ditangani secara berkelanjutan.
Sementara itu, warga Kasemen, Mahyadi, berharap langkah pembenahan yang dilakukan pemerintah segera dirasakan masyarakat. Menurutnya, penanganan sampah harus dibarengi dengan penyediaan fasilitas yang memadai serta penegakan aturan terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan.
”Yang kami harapkan bukan hanya imbauan, tetapi tindakan nyata. Tempat pembuangan harus tersedia, pengangkutan rutin dilakukan, dan masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan juga harus ditindak,” ujarnya. (ald)