TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang beserta jajarannya periode 2026-2031 di Pendopo Bupati Serang, Rabu (24/6).
Zakiyah meminta pengurus yang baru dapat menghadirkan inovasi baru, supaya bisa menghimpun lebih banyak lagi Zakat Infak dan Sedekah (ZIS) di Kabupaten Serang.
Diketahui, Ketua Baznas Kabupaten Serang baru yaitu Hasanudin. Pengangkatan pimpinan Baznas dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Serang Nomor 400.8.1/Kep.379-Huk.Kesra/2026 tanggal 19 Juni 2026 tentang Pengangkatan Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Periode 2026-2031.
Sementara posisi Wakil Ketua diisi oleh empat orang, yaitu Abdul Muhyi sebagai Wakil Ketua I, Saprudin JA sebagai Wakil Ketua II, Mulyadi sebagai Wakil Ketua III, dan Cecep sebagai Wakil Ketua IV.
Zakiyah menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Baznas yang baru dilantik beserta jajaran, dan diharapkan dapat bekerja maksimal serta bisa mengemban amanah dengan penuh tanggungjawab.
"Baznas ini merupakan mitra strategis Pemkab Serang, kita harus berkolaborasi memajukan Baznas menjadi lebih baik lagi," katanya.
Zakiyah mengatakan, Ketua Baznas yang baru ini diminta untuk menghadirkan terobosan-terobosan baru, supaya dapat menghimpun dana ZIS lebih banyak lagi dari tahun-tahun sebelumnya.
Dengan demikian manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak oleh masyarakat, supaya kesejahteraan dapat tercapai di Kabupaten Serang.
"Saya minta ke Pak Hasanuddin selaku pimpinan Baznas, untuk sering berkolaborasi, koordinasi dan konsultasi dengan berbagai pihak. Sehingga, mereka dapat mempercayakan dana zakat amal infak sedekah melalui Baznas Kabupaten Serang," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Serang Hasanudin mengatakan, pihaknya bakal melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik dengan Pemkab Serang, DPRD Kabupaten Serang, serta instansi lainnya.
Kemudian akan memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) di Banzas Kabupaten Serang, agar target pengumpulan dana ZIS bisa melebihi dari tahun-tahun sebelumnya.
"Target kami tahun ini kan Rp28 miliar, sekarang ini baru terealisasi Rp26 miliar, kami inginnya lebih dari yang ditargetkan, mudah-mudahan bisa tercapai," katanya.
Hasanudin mengatakan, penerimaan dana ZIS di industri masih belum maksimal, karena regulasinya ada di Baznas Provinsi Banten, namun pihaknya akan mencoba berkomunikasi terlebih dahulu untuk dapat membantu mengumpulkan dana ZIS di Industri.
"Kita lihat dulu apakah wilayahnya memang masuk ke provinsi atau kabupaten, insya Allah kita berkomitmen bisa kumpulkan ZIS Industri, yang penting dikomunikasikan dulu khawatir regulasi berbeda," ujarnya.
Disinggung soal program pemungutan infak per warga sebesar Rp5 ribu, kata Hasanudin, akan dikaji terlebih dahulu karena tidak semua masyarakat mau menerimanya.