Museum Sepeda Kelilingi Dunia Kembali Diluncurkan

Minggu 21-06-2026,20:52 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Bersepeda adalah sebuah aktivitas yang difung­sikan sebagai moda transportasi darat yang ramah lingkungan. Namun aktivitas ini jauh lebih bernilai bila dilakukan dengan cara yang lebih menarik.

Seperti yang dilakukan Fauna Sukma Prayoga, seorang warga asal Banten yang melakukan perjalanan bersepeda keliling dunia sejak tahun 1985 hingga 1991.

Kini, perjalanan panjangnya diabadikan dalam Museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia di Nancang Cilik, Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Museum ini kembali dilun­curkan sebagai salah satu wahana edukasi yang diha­rapkan mampu menginspirasi generasi muda.

Kepala Museum Sepeda Pra­muka Keliling Dunia, Wulida Putra mengatakan, kegiatan pembukaan museum merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kembali museum kepada masyarakat sebagai destinasi wisata edukasi. 

Di museum ini menyajikan dokumentasi perjalanan Fauna Sukma Prayoga yang mengelilingi dunia dengan sepeda yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

"Alhamdulillah, museum ini berjalan dengan baik, museum tempat wisata edu­kasi," katanya usai relaun­ching di Nancang Cilik, Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu (20/6).

Wulida memaparkan, per­jalanan dimulai dari Kwar­tir Cabang (Kwarcab) Serang pada 14 Agustus 1985. Per­jalanan kemudian ke Su­matera, Singapura, Malaysia, Thailand, Birma, Bangladesh, India, Pakistan, Afghanistan kemudian ke Timur Tengah dan mendapatkan kesempatan masuk Kota Mekkah.

Pada 1988-1989, ia me­lan­jutkan perjalanan menuju Afrika menyeberangi Laut Merah menggunakan kapal ke Somalia, lalu ke Mesir, Jordania, Suriah, Turki lalu ke Eropa Barat dan Eropa Timur. Pada tahun 1989-1990, perjalanannya dilanjutkan dari Inggris menuju Amerika, Kanada, Hawai, Jepang, Tai­wan terus berlanjut hingga Benua Australia.

"Lalu 1990-1991, ia kembali ke Indonesia dengan mem­bawa sejuta kenangan dan pengalaman, serta meng­inisiasi pembuatan museum sepeda di Nancang Cilik, Karundang, Kecamatan Ci­pocok Jaya, Kota Serang," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gu­bernur (Wagub) Achmad Dimyati Natakusumah me­negaskan museum merupakan destinasi yang memiliki nilai edukasi dan sejarah. Museum dinilai dapat memperkaya objek wisata di Provinsi Banten sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat.

Menurutnya, museum sebagai bagian dari sektor pariwisata perlu dikem­bangkan. 

Selain wisata alam, wisata religi, dan wisata kuliner, museum menjadi daya tarik yang dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat.

"Mudah-mudahan museum ini bisa memberikan cakrawala dan apalagi hidup itu seperti roda sepeda, life is like riding bicycle, to keep balance you have to moving, jadi tetap harus bergerak dan harus hidup dan hidup seperti roda kehidupan," ungkapnya. (mam)

Kategori :