TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Penjualan hewan kurban jenis kambing di sejumlah lapak di Kabupaten Tangerang diakui mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan penjualan hewan kurban jenis sapi, yang justru mengalami kenaikan.
Andi, salah satu penjual kambing kurban yang mengaku pembeli tahun ini jauh lebih sepi. Dirinya rutin berjualan hewan kurban setiap musim Iduladha dengan mendatangkan kambing dari wilayah Cianjur dan Garut, Jawa Barat. Sebelum dijual, hewan-hewan tersebut juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan dari dinas terkait.
Meski kualitas hewan dinilai baik dan stok cukup banyak, kata Andi, penjualan tahun ini belum menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga dua hari menjelang Iduladha, kambing yang terjual baru belasan ekor, jauh dibanding tahun sebelumnya yang mampu menembus angka 40 hingga 50 ekor.
Andi mengaku sebenarnya sudah menyiapkan stok cukup banyak. Bahkan pada awal masa penjualan, dirinya membawa sekitar 53 ekor kambing dan total keseluruhan stok mencapai hampir 80 ekor. Namun, hingga mendekati hari raya, puluhan ekor kambing masih tersisa di kandang. “Biasanya kalau sudah mendekati Iduladha pasti ada penambahan stok lagi. Tahun ini enggak, karena yang di depan saja masih banyak, masih sekitar 30 ekoran lebih,” ungkapnya, Senin (25/5).
Menurutnya, menurunnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama lesunya penjualan hewan kurban tahun ini. Selain kondisi ekonomi, banyaknya pedagang musiman yang bermunculan juga membuat persaingan semakin ketat.
Untuk jenis kambing, Andi menyebut kambing Garut masih menjadi favorit pembeli. Selain postur tubuh yang lebih besar dan tebal, tampilannya juga dianggap lebih menarik. Soal harga, Andi mengatakan tidak ada kenaikan signifikan dibanding tahun lalu. Harga kambing dibanderol mulai Rp3 juta hingga Rp7 juta tergantung ukuran dan bobot hewan.
Meski harga dari daerah pemasok cenderung naik mendekati Iduladha, dirinya memilih menahan harga jual agar tetap menarik minat pembeli.
Sementara itu, penjualan sapi kurban di sejumlah lapak di Kabupaten Tangerang mulai menunjukkan peningkatan. Para pedagang mengaku jumlah pembeli tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, terutama untuk jenis sapi.
Salah seorang pedagang hewan kurban, Komar, mengatakan peningkatan penjualan sapi mencapai sekitar 80 persen. Kondisi tersebut membuat para pedagang merasa lebih optimistis menghadapi musim kurban tahun ini.“Alhamdulillah peningkatannya bagus tahun ini. Kalau untuk kambing atau domba memang masih kurang,” ujar Komar saat ditemui di lokasi penjualan.
Komar menjelaskan, sapi masih menjadi pilihan utama masyarakat. Ia menyediakan beberapa jenis sapi, mulai dari Limosin, Peranakan Ongole (PO), hingga sapi Kupang. “Kita ada tiga jenis. Limosin, PO, sama Kupang,” katanya.
Komar menuturkan, sebagian besar sapi yang ia jual didatangkan dari Palembang. Meski enggan menyebutkan angka penjualan secara rinci, ia mengaku puluhan ekor sapi sudah berhasil terjual. “Ya lumayan, sekitar 40 sampai 50 persen sudah terjual,” katanya.
Terkait harga, Komar memilih tidak membeberkan nominal penjualan. Menurutnya, harga hewan kurban antar pedagang berbeda-beda dan menjadi bagian dari strategi masing-masing penjual. Meski demikian, suasana lapak penjualan hewan kurban mulai ramai didatangi calon pembeli. Banyak warga mulai berburu sapi kurban sejak jauh hari.”Kalau untuk sapi biasanya beli jauh-jauh hari, biar bisa milih hewan yang sesuai kebutuhan dan anggaran,” ucapnya.(dan)