Hingga kini, ia memastikan tidak ada kendala berarti dalam penanganan kasus. Koordinasi dengan kepolisian berjalan lancar, termasuk dalam pemeriksaan lanjutan seperti psikologi forensik yang telah dilakukan pada 4 Mei 2026 lalu.
Titto menambahkan, kasus ini turut menjadi perhatian serius. Ke depan, pihaknya akan melibatkan satuan tugas (satgas) di tingkat kecamatan untuk memantau kondisi korban secara berkala, baik dari sisi kesehatan maupun psikologis. “Satgas kami siagakan untuk memastikan korban tidak mengalami tekanan lanjutan atau trauma berkepanjangan,” ujarnya.
Titto juga menyebutkan, pihaknya menyediakan layanan pengaduan darurat berbasis digital bernama Silacak Perak serta layanan kunjungan langsung (home visit) untuk menjangkau korban secara cepat.
Ia mengimbau, bagi orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak guna mencegah kasus serupa. “Kami harap orang tua lebih memperhatikan aktivitas anak, terutama di luar rumah,” pungkasnya. (ziz)