TANGERANGEKSPRES.ID, BENDA — SD Negeri Jurumudi 4 Kota Tangerang terus berinovasi dalam memperkuat fondasi pendidikan. Melalui kegiatan rutin yang dinamakan Serasi (Senin Literasi), sekolah berupaya menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi seluruh peserta didik.
Pada kesempatan ini, kegiatan Serasi terasa lebih spesial karena adanya kolaborasi strategis dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang. Kerjasama ini menghadirkan layanan perpustakaan keliling yang membawa ribuan koleksi buku langsung ke halaman sekolah melalui program Durian (Dunia Literasi Anak).
Pada pagi hari, siswa telah berkumpul di area terbuka sekolah untuk menyambut kedatangan bus perpustakaan keliling yang membawa berbagai macam literatur menarik, mulai dari buku ensiklopedia, buku sains, hingga buku fiksi populer.
Kepala SDN Jurumudi 4, Maesaroh mengatakan, sinergi dengan instansi terkait sangat penting untuk memberikan suasana baru bagi siswa. Menurutnya, menghadirkan perpustakaan keliling adalah cara efektif untuk memicu rasa ingin tahu anak terhadap buku-buku yang mungkin tidak mereka temukan di perpustakaan sekolah.
Selain itu, Maesaroh menekankan, sasaran utama dari kegiatan ini bukan sekadar aktivitas membaca rutin. Ia menilai, literasi sebagai sebuah paket kompetensi yang harus dimiliki setiap individu agar mampu bersaing, dan bertahan di era informasi yang sangat cepat saat ini. ”Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca, menulis, berpikir kritis, dan proses informasi secara bijak,” ujar Maesaroh kepada Tangerang Ekspres, Senin (20/4).
Maesaroh berharap, program Durian ini menjadi katalisator bagi perubahan perilaku siswa dalam memanfaatkan waktu luang. Ia menginginkan, agar buku kembali menjadi pilihan utama bagi anak-anak sehingga dapat menambah pengetahuan, dan wawasan anak-anak di sekolah.
”Harapan saya setelah acara Durian ini, peserta didik agar lebih giat lagi dalam membaca, baik itu membaca buku pelajaran ataupun buku referensi yang lainnya seperti buku cerita dan lain-lain,” ungkapnya.
Bagi pihak sekolah, penguasaan literasi yang baik secara otomatis akan berdampak pada kemampuan linguistik siswa. Maesaroh mengungkapkan, semakin banyak buku yang dilahap oleh anak-anak, maka kemampuan komunikasi dan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran juga akan meningkat secara signifikan. ”Melalui kebiasaan membaca ini, kami ingin anak-anak dapat menambah perbendaharaan kata mereka. Dengan kosakata yang kaya, mereka akan lebih percaya diri dalam mengungkapkan ide dan pendapat di kelas maupun di lingkungan sosialnya,” tutupnya.(duy)