SDN Jurumudi 4 Rutinkan Kerja Bakti untuk Cegah DBD

Senin 20-04-2026,15:31 WIB
Reporter : Muhamad Muhammad Dhuyuf Khuzai
Editor : Sihara Pardede

TANGERANGEKSPRES.ID, BENDA — Menjaga kebersihan lingkungan sekolah bukan sekadar rutinitas bagi SDN Jurumudi 4 Kota Tangerang. Di bawah arahan Kepala Sekolah Maesaroh, siswa rutin meng­ikuti kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah.

SDN Jurumudi 4 menjadikan kegiatan kerja bakti sebagai benteng pertahanan utama melawan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD),  sekaligus sarana edukasi karakter bagi para siswa.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan Jumat.  Seluruh elemen sekolah terlibat, sebelum jam pelajaran  dimulai.  Kegiatan Selasa pagi di SDN Jurumudi 4 Kota Tangerang ini dilanjutkan dengan pem­biasaan tadarus dan literasi. Sementara itu, pada hari Jumat diisi dengan salat Dhuha berjamaah dan pembacaan Yasin sebelum memulai kerja bakti.

Kepala SDN Jurumudi 4 Kota Tangerang Maesaroh menjelaskan, fokus utama pember­sihan menyasar pada titik-titik rawan yang sering terabaikan, seperti area di bawah meja kelas. Ini  guna mengantisipasi adanya sarang nyamuk di area sekolah, terutama di area bawah meja kelas.

”Tujuannya untuk membersihkan ling­kungan sekolah, kemudian juga kita mencegah yang namanya DBD. Biasanya kalau banyak sampah di dalam kolong meja, itu bisa jadi sarang nyamuk. Kita bersihin supaya anak tercegah dari DBD,” ujar Maesaroh saat diwawancarai Tangerang Ekspres, Selasa (14/4/2026).

Maesaroh menekankan, kesehatan siswa adalah prioritas utama agar proses belajar tidak terganggu. Selain itu, mengingat jumlah siswa yang cukup banyak. Maesaroh mene­rapkan strategi pembagian tugas. Ini agar pembersihan berjalan maksimal. Siswa kelas rendah (Kelas 1) difokuskan pada kebersihan di dalam ruang kelas mereka sendiri. Semen­tara siswa kelas tinggi (4, 5, dan 6) membantu guru membersihkan area lapangan dan lingkungan luar.

”Kalau semuanya turun ke lapangan ke­lasnya akan tetap kotor, ya sama aja. Jadi kita bagi, sebagian di kelas mengepel, sebagian lagi turun membersihkan lapangan. Jadi bersih semua,” jelasnya.

Selain aksi bersih-bersih, pihak sekolah juga mulai menggalakkan solusi preventif untuk menekan volume sampah harian. Para siswa kini diwajibkan membawa tempat makan dan botol minum (tumbler) sendiri dari rumah.(mg-9)

Kategori :