Semangat Kartini Hadir di Ruang Belajar Roemah Koffie Academy

Sabtu 11-04-2026,20:18 WIB
Reporter : Devycan

TANGERANGEKSPRES.ID, GADING SERPONG— Di tengah dinamika industri kopi yang terus berkembang, peran perempuan semakin menjadi sorotan, tidak hanya sebagai  profesional, tetapi juga sebagai penggerak perubahan. Menyambut Hari Kartini, Roemah Koffie melalui Roemah Koffie Academy menghadirkan program edukasi  yang mendukung perluasan akses pembelajaran kopi bagi banyak talenta baru, terutama perempuan.

Program Roemah Koffie Academy dirancang sebagai bagian dari upaya mengembangkan sumber daya manusia di industri kopi. Kurikulum yang ditawarkan mencakup kelas dasar hingga lanjutan, mulai dari Introduction to Coffee, Sensory Class, Barista Class, Manual Brewing Class, hingga Latte Art Class, yang disusun untuk menjawab kebutuhan industri secara komprehensif. 

Seluruh program ini diselenggarakan di Roemah Koffie BAIC Tower Gading Serpong, coffee shop yang banyak direkomendasikan pecinta kopi di GadingSerpong. Lokasi ini menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya profesional, tetapi juga immersif, di mana peserta dapat langsung merasakan  standar operasional dan kualitas layanan dalam lingkungan coffee shop. 

Kurikulum dan fasilitas di Roemah Koffie Academy telah mengacu pada standar Specialty Coffee Association (SCA) Premier Campus, sehingga setiap kelas di Roemah Koffie Academy berjalan sesuai dengan standar internasional. Selain itu, seluruh pengajar yang terlibat memiliki sertifikasi dan pengalaman  profesional yang relevan. Di antaranya, Head Coach Roemah Koffie Academy, Andrew Marcello, yang merupakan Indonesia Certified Judge, serta Fuji Yanto, peraih gelar Indonesian Latte Art Champion 2023. Kombinasi pengalaman dan  kredibilitas ini menjadi fondasi dalam menghadirkan kualitas edukasi yang unggul dan terpercaya.

Peran Perempuan di Industri Kopi

Pada kelas Introduction to Coffee dalam acara Media Gathering Spesial Hari Kartini di BAIC Tower Gading Serpong, kelas dipandu oleh Rere. Rere merupakan pengajar perempuan dengan pengalaman belasan tahun di industri kopi. Rere tidak hanya berperan sebagai fasilitator atau coach pembelajaran di kelas, tetapi  juga merepresentasikan semakin kuatnya kehadiran perempuan dalam ekosistem kopi, baik sebagai praktisi maupun edukator. Dalam sesi tersebut, Rere menyampaikan teori Introduction to Coffee dan praktik cupping yang memberikan pengalaman langsung dalam memahami karakter dan profil rasa kopi. 

Rere menyatakan, sebagai satu-satunya pengajar perempuan di Roemah Koffie Academy, saya merasa bangga dapat berkontribusi dalam dunia edukasi kopi.

"Saya percaya perempuan memiliki potensi besar untuk berkembang di industri ini, dan melalui edukasi, saya ingin mendorong lebih banyak perempuan untuk berani mengambil peran serta menjadikan industri kopi sebagai ruang profesional yang inklusif dan setara,” katanya.

Inisiatif ini sejalan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini, khususnya dalam hal akses terhadap pendidikan dan kesempatan yang setara. Dalam konteks industri kopi, peran tersebut kini semakin terlihat, terutama di sektor edukasi yang berperan penting dalam membentuk kualitas pelaku industri.

Promo 21% untuk Peserta Perempuan

Sebagai bagian dari rangkaian promosi bulan April, Roemah Koffie Academy juga menghadirkan diskon 21% untuk seluruh kelas bagi peserta perempuan. Program ini diharapkan dapat mendorong partisipasi yang lebih luas serta memperkuat  posisi perempuan dalam pengembangan industri kopi nasional.

Melalui program ini, Roemah Koffie Academy menegaskan komitmennya dalam  mendorong terciptanya ekosistem kopi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan menempatkan edukasi sebagai fondasi utama pengembangan industri kopi dan peran perempuan di dalamnya. (dev)

Kategori :