TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Sejumlah aliansi masyarakat Lebak menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD dan Bupati Lebak di Jalan Abdi Negara, Rangkasbitung, Rabu (8/4). Dalam aksinya masa menuntut agar Bupati dan Wakil Bupati Moch Hasbi Jayabaya dan Amir Hamzah agar meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Lebak.
Tuntutan itu diminta, karena mereka dinilai telah membuat gaduh dan memalukan dalam acara Halal Bihalal pegawai yang digelar pasca lebaran idulfitri. ”Saya minta Bupati secara gentlemen mengakui kesalahan dan telah membuat gaduh dengan ulahnya yang menghina wakil bupati,” kata Ade Surnaga, kepada wartawan.
Menurutnya, Bupati juga harus berubah cara komunikasinya dengan para pegawai. Karena, selama ini yang dikedepankan dalam berkomunikasi emosi dan menebar kebencian dan ketakutan bagi OPD.”Etika dan adab harus dikedepankan, dan sebagai pimpinan harus bisa mengelola emosi dengan baik dan bijak,” ujarnya.
Ade menerangkan, banyak kejadian yang memalukan dan tidak seharusnya dilakukan seorang bupati, seperti dengan Pj bupati Gunawan Rusminto saat Sarah terima jabatan yang debat masalah nama Pj bupati ada dalam prasasti nama-nama bupati. Selain itu, bupati jarang ngantor, memarahi pegawai dengan kata-kata kasar dan menyakitkan. ”Bahkan menganiaya salahsorang kepada OPD yang di lempar dengan asbak hingga berdarah, ini sudah tidak mencerminkan seorang pemimpin, melainkan seorang preman,” paparnya.
Amir Hamzah, Wakil Bupati Lebak menyatakan, dia tidak berhak menjawab tuntutan masyarakat yang aksi hari ini. Karena, arahnya bukan kepada dirinya, melainkan kepada Bupati. ”Hari ini bupati tidak ada, informasinya lagi di Jakarta,” ucap Amir.(fad)