TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Capaian sektor pendidikan di Kota Tangsel terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan rilis terbaru Kementerian Pendidikan, capaian Standar Pelayanan Minimum (SPM) bidang pendidikan di Tangsel telah mencapai kategori tuntas madani.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan (PTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Rudi Darmawan, mengatakan capaian tersebut menjadikan Tangsel sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Banten yang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan kabupaten atau kota lainnya.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen pendidikan, terutama para tenaga pendidik sebagai ujung tombak di lapangan,” ujarnya saat pembinaan kepala sekolah TK, SD, dan SMP negeri se-Kota Tangsel di Aula Blandongan, Rabu (8/4).
Rudi menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya perbaikan dan optimalisasi layanan pendidikan, sejalan dengan regulasi yang berlaku. Dengan capaian tersebut, diharapkan kualitas pendidikan di Tangsel semakin merata dan berkualitas.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Deden Deni menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Menurutnya, berbagai persoalan seperti perundungan (bullying), tekanan sosial, hingga pengaruh media sosial menjadi perhatian serius. Ia menekankan pentingnya kepekaan semua pihak terhadap perubahan perilaku siswa.
“Perubahan sekecil apa pun harus segera ditangani. Jangan sampai masalah kecil dibiarkan hingga menjadi besar,” ujarnya.
Deden juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial, mengingat isu yang berkembang sering kali lebih cepat membentuk opini dibanding fakta di lapangan.
Pemkot Tangsel sendiri telah meluncurkan sejumlah program yang melibatkan siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif, sebagai langkah preventif mendeteksi potensi masalah sejak dini.
Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menambahkan, Pemkot telah menjalin kerja sama dengan Perhimpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) untuk memperkuat kualitas pendidikan, khususnya dalam aspek psikologi dan budaya.
“Pondasi pendidikan itu bukan hanya akademik, tapi juga karakter dan mental. Ini yang kita perkuat melalui pendekatan psikologi pendidikan,” ukarnya.
Pilar menambahkan, pihaknya juga menjalankan program Sekolah Aman dan Nyaman untuk mencegah kasus kekerasan dan pelecehan di lingkungan pendidikan. Ia memastikan tidak akan ada toleransi bagi pelaku pelanggaran.
“Kami akan memberikan sanksi tegas dan menyerahkan ke ranah hukum jika ada kekerasan atau pelecehan terhadap siswa,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar memiliki daya saing global. Menurut Pilar, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat.
“Tujuan kita bukan hanya menghasilkan orang yang bisa bekerja, tapi yang punya skill tinggi dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.