SPM Pendidikan Kota Tangsel Meningkat

Rabu 08-04-2026,21:32 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Capaian sektor pendidikan di Kota Tangsel terus menunjukkan tren po­sitif. Berdasarkan rilis terbaru Kementerian Pendidikan, ca­paian Standar Pelayanan Minimum (SPM) bidang pen­didikan di Tangsel telah men­capai kategori tuntas madani.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan (PTK) Dinas Pen­didikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Rudi Darmawan, me­ngatakan capaian tersebut menjadikan Tangsel sebagai satu-satunya daerah di Pro­vinsi Banten yang mengalami peningkatan signifikan di­bandingkan kabupaten atau kota lainnya.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh ele­men pendidikan, terutama para tenaga pendidik sebagai ujung tombak di lapangan,” ujarnya saat pembinaan kepala se­kolah TK, SD, dan SMP ne­geri se-Kota Tangsel di Aula Blandongan, Rabu (8/4).

Rudi menambahkan, peme­rintah daerah terus melakukan berbagai upaya perbaikan dan optimalisasi layanan pen­didi­kan, sejalan dengan regu­lasi yang berlaku. Dengan ca­paian tersebut, di­harapkan kualitas pendidik­an di Tangsel semakin merata dan berkua­litas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Deden Deni me­negaskan, peningkatan kua­litas pendidikan tidak ha­nya berfokus pada capaian aka­demik, tetapi juga pem­bentukan karakter peserta didik di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

Menurutnya, berbagai per­soalan seperti perundungan (bullying), tekanan sosial, hing­ga pengaruh media sosial menjadi perhatian serius. Ia menekankan pentingnya ke­pekaan semua pihak terhadap perubahan perilaku siswa.

“Perubahan sekecil apa pun harus segera ditangani. Jangan sampai masalah kecil dibiar­kan hingga menjadi besar,” ujarnya.

Deden juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial, mengingat isu yang berkembang sering kali lebih cepat membentuk opini dibanding fakta di lapa­ngan.

Pemkot Tangsel sendiri telah meluncurkan sejumlah pro­gram yang melibatkan siswa untuk menciptakan lingku­ngan sekolah yang aman dan kondusif, sebagai langkah preventif mendeteksi potensi masalah sejak dini.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menambahkan, Pem­kot telah menjalin kerja sama dengan Perhimpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) untuk memperkuat kualitas pen­didikan, khususnya dalam aspek psikologi dan budaya.

“Pondasi pendidikan itu bu­kan hanya akademik, tapi juga karakter dan mental. Ini yang kita perkuat melalui pen­dekatan psikologi pen­didikan,” ukarnya.

Pilar menambahkan, pihak­nya juga menjalankan program Sekolah Aman dan Nyaman untuk mencegah kasus ke­kerasan dan pelecehan di ling­kungan pendidikan. Ia memastikan tidak akan ada toleransi bagi pelaku pelang­garan.

“Kami akan memberikan sanksi tegas dan menyerahkan ke ranah hukum jika ada ke­kerasan atau pelecehan terha­dap siswa,” tegasnya.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar memiliki daya saing global. Menurut Pilar, pendi­dikan harus mampu me­lahirkan generasi yang ti­dak hanya cer­das secara aka­demik, tetapi juga berka­rakter kuat.

“Tujuan kita bukan hanya menghasilkan orang yang bisa bekerja, tapi yang punya skill tinggi dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kategori :