BMKG Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Rabu 08-04-2026,21:29 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Memasuki masa peralihan dari musim hujan ke kemarau, masyarakat di Provinsi Banten, khususnya Kota Tangsel diimbau mening­katkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Balai Besar Meteo­rologi, Klimatologi dan Geo­fisika (BBMKG) Wilayah II Hartanto mengatakan, ber­dasarkan analisis dinamika atmosfer, terdapat sejumlah fenomena yang memicu pe­ningkatan curah hujan pada periode 8 hingga 13 April 2026.

“Adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia sebelah barat daya Lampung yang di­perkuat aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), ge­lom­bang Rossby dan Kelvin, serta kelembapan udara yang tinggi, berpotensi mening­katkan pembentukan awan hujan,” ujarnya dalam ketera­ngan resminya.

Hartanto menambahkan, kondisi tersebut dapat memicu hujan dengan intensitas se­dang hingga sangat lebat yang berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah di Provinsi Banten, termasuk Kota Tang­sel.

Pada periode 8 hingga 11 April 2026, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah selatan Kabupaten Pandeglang dan Lebak. ”Se­men­tara hujan dengan in­tensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kabu­paten dan Kota Serang, Kabu­paten Tangerang bagian sela­tan, Kota Tangerang, serta Kota Tangsel,” tambahnya.

Kemudian pada 12 hingga 13 April 2026, hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah, termasuk Kabupaten Pan­deg­lang bagian barat dan se­latan, Lebak bagian selatan, Kabu­paten Serang bagian ba­rat, Ka­bupaten Tangerang bagian selatan, serta Kota Tangsel.

”Selain hujan lebat, ma­sya­rakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang dengan kecepatan mencapai 45 kilo­meter per jam, khususnya di wilayah selatan Pandeglang dan Lebak pada 9 hingga 11 April 2026,” ungkapnya.

Kondisi tersebut juga dapat memicu gelombang laut se­tinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Selat Sunda bagian barat serta perairan selatan Banten.

“Masyarakat di wilayah ra­wan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang diimbau tetap waspada serta melakukan lang­kah antisipatif,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Kota Tang­sel Essa Nugraha menga­takan, pihaknya telah menyia­gakan berbagai langkah anti­sipasi menghadapi potensi bencana tersebut.

Menurutnya, berdasarkan prakiraan BMKG, hujan de­ngan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi hingga akhir April 2026, mes­kipun musim kemarau dipre­diksi datang lebih cepat dan berlangsung lebih panjang.

“Kondisi ini membuat kita menghadapi dua potensi ben­cana sekaligus, yaitu hidro­meteorologi seperti banjir dan longsor, serta kekeringan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi banjir dan dampak cuaca ekstrem, BPBD telah mengaktifkan pos­ko siaga di sejumlah wila­yah seperti Pondok Aren dan Pamulang, serta menjadikan kantor BPBD sebagai posko utama.

“Personel kami siagakan 24 jam dengan perlengkapan se­perti perahu karet, pelam­pung, helm, dan peralatan evakuasi lainnya,” tambahnya.

Selain itu, untuk menghadapi potensi kekeringan, BPBD juga telah menyiapkan distri­busi air bersih menggunakan mobil tangki, serta alat pengo­lahan air portable (water treat­­ment) yang dapat mengu­bah air kotor menjadi layak pakai.

Kategori :