Warga Pendatang Baru Harus Segera Lapor

Senin 30-03-2026,20:58 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Pember­dayaan Perempuan, Perlin­dungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3­AKKB) Provinsi Banten me­ngimbau agar warga pendatang baru segera melaporkan ke­pada pemerintah daerah. Pro­ses urbanisasi ini kerap terjadi pasca libur Lebaran 2026, dan berpotensi me­nambah jumlah angka pe­ngangguran.

Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Iwan Ardiansyah Sen­tono, mengatakan bahwa pi­haknya saat ini tengah ber­koordinasi dengan kabupaten/kota terkait  urbanisasi pendu­duk, khususnya ke daerah yang padat industri, seperti Tange­rang Raya, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. 

Pihaknya juga akan mela­kukan operasi yustisi terhadap pendatang baru yang ada di wilayah tersebut. 

"Bahasanya operasi tetapi dengan cara yang lebih hu­manis," katanya, Senin (30/3).

Hasilnya itu nanti akan dila­porkan ke DP3AKKB Banten untuk memastikan jumlah penduduk ril yang menetap di Banten. 

Iwan juga meminta kepada pendatang untuk segera mela­porkan ke RT RW setempat di daerah masing-masing. 

"Sehingga kita punya data pasti berapa sih jumlah pen­duduk di Provinsi Banten. Intinya menyarankan agar penduduk baru segera me­laporkan kepada pemerintah daerah di tingkat terkecil agar kami pemerintah daerah punya data riil jumlah penduduk," ungkapnya.

Ia mengaku, berdasarkan data pada semester II 2025, jumlah penduduk di Banten mencapai 13,1 juta jiwa, jumlah tersebut meningkat sekitar 50 ribu jiwa dibandingkan semester I 2025 yang mencapai 13,05 juta jiwa. "Jadi asusmsi­nya penam­bahannya agak lumayan ya," jelasnya.

Saat ini pihaknya masih menunggu data penambahan jumlah penduduk pasca Lebar­an 2026 yang akan dilaporkan oleh masing-masing daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Ban­ten, Septo Kalnadi, mengatakan pemerintah tidak membatasi siapapun yang ingin mengadu nasib di Banten, namun peme­rintah menekankan pentingnya tertib administrasi kepen­dudukan khususnya pasca Idulfitri 1447 Hijriyah. "Kita tidak bisa membatasi kedata­ngan saudara kita," katanya.

Mengenai potensi jadi pe­ngangguran baru, Septo me­ngaku bahwa Banten meru­pakan salah satu daerah tujuan utama pencari kerja. Sehingga wajar bila banyak warga yang berda­tangan untuk mencari kerja.

"Tapi secara alami kalau tidak mendapat pekerjaan akan pindah lagi dari Banten," ung­kapnya.

Menurutnya, para pendatang harus menyelesaikan proses administrasi kependudukan di daerah masing-masing. Sebab pihaknya telah meng­imbau kepada perusahaan yang ada di Banten untuk mengutamakan warga lokal. 

"Karena perusahaan yang ada di kita diimbau untuk mengutamakan warga Banten," paparnya. (mam)

Kategori :