TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Tiga warga lanjut usia (lansia) bersaudara mendapat bantuan program bedah rumah, senilai Rp25 juta.
Bantuan tersebut diberikan karena mereka yang tinggal satu atap dan masuk dalam kategori tempat tinggal Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Bantuan tersebut diberikan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah kepada lansia bersaudara bernama Ahmad Jaelani (58), Dasuki (51), dan Ahmad Syafei (43), di Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Selasa (3/3).
Dimyati mengatakan, bahwa bantuan tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat yang dihimpun melalui BAZNAS Provinsi Banten. Sebagai kepala daerah, ia hanya menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
”Yang terpenting jangan tinggal salat. Puasanya harus terus dijaga dan ibadahnya ditingkatkan,” katanya.
Ia juga berharap agar pemilik rumah dapat menggunakan uang tersebut untuk membangun rumah sesuai dengan kebutuhan, dan jangan digunakan untuk kebutuhan lainnya yang tidak penting.
”Tolong dana ini digunakan sebaik-baiknya untuk membangun rumah ini, jangan untuk yang lain,” tuturnya.
Diketahui, rumah yang ditempati tiga saudara ini awalnya ditempati Jaelani bersama istrinya. Namun, sejak istrinya meninggal beberapa tahun lalu, kedua adiknya yang belum beristri tinggal bersamanya. Mereka tinggal di Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.
Sehari-hari, Jaelani lebih banyak menghabiskan waktu di jalan untuk memungut limbah. Kondisi pendengarannya yang kurang baik membuat Jaelani lebih sering mengurung diri.
Sementara itu, kedua adiknya bekerja sebagai pekerja serabutan. Dari penghasilan keduanya, kebutuhan ekonomi tiga bersaudara tersebut ditopang.
Dasuki mengungkapkan, sejak tahun 2023 kayu penyangga dan genteng atap rumahnya satu per satu mulai rapuh dan bocor. Kondisi itu membuat mereka bertiga waswas, terlebih saat hujan turun, lantai rumah mereka kerap banjir.
”Mau gimana lagi pak, dibenerin nggak ada uangnya. Mau marah ke siapa. Makanya pasrah aja,” tuturnya.
Kondisi tersebut terus berlangsung hingga tahun 2026. Hingga akhirnya, Dasuki mendapat kabar bahwa dirinya akan menerima bantuan bedah rumah dari Wagub Banten Dimyati Natakusumah.
”Alhamdulillah, saya sangat sangat bersyukur, berterima kasih, ternyata masih ada yang memperhatikan kondisi kami, kondisi rumah kami,” katanya berkaca-kaca.
Ia mengaku kini bisa sedikit lega karena rumahnya akan diperbaiki. Ia bersama kedua saudaranya dapat tinggal dengan lebih tenang, tanpa khawatir banjir dan atap bocor lagi. Ketiga lansia bersaudara itu pun lantas memanjatkan doa.