TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari melakukan monitoring penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Pemilihan (Dapil) 1, yakni Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Karanganyar, dan Warunggunung.
Menurut Juwita, monitoring ini dilakukan untuk memastikan program Presiden tersebut berjalan dengan semestinya. Baik dalam pemberian cakupan gizinya hingga nominal makanan yang diterima masyarakat.
"Monitoring ini kita lakukan untuk memastikan dapur SPPG tidak menyimpang dalam pemberian asupan yang juga disesuaikan dengan nominal harga yang sudah ditetapkan, karena banyak aduan yang masuk ke DPRD," kata Juwita kepada wartawan di ruang kerja, Kamis (26/2).
Kata Juwita, hasil monitoring ke SPPG di Kecamatan Cibadak dan Rangkasbitung, banyak ditemukan ketidaksesuaian nominal asupan makanan yang diterima masyarakat.
"Distribusi MBG di bulan Ramadan ini kan keringan, sehingga masyarakat dengan mudah membaca nominal makanan yang diterima," ujarnya.
Contoh soal, di SPPG Rangkasbitung, menu yang diberikan kepada masyarakat sekaligus untuk tiga hari dengan menu roti abon 2, susu 2, telur rebus, salak dan jeruk, serta kurma 3 biji.
"Jika melihat untuk asupan gizi masuk, tapi jika dihitung makanan untuk 3 hari itu hanya sekitar Rp20 ribu kurang lebih, jadi wajar jika banyak warga yang protes," paparnya.
Monitoring ini, kata Juwita, dilakuan semua fraksi di masing-masing dapilnya. Hasil monitoring ini akan direkomendasikan ke lembaga yang menaungi program MBG.
"Tujuannya tidak lain agar program MBG ini bisa berjalan dengan baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ucapnya.
Yanto, Wakil Ketua l DPRD Lebak mengaku, hasil monitoring ini harus menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kebijakan. Karena, fakta di lapangan, makanan yang disajikan jangan tidak sesuai harapan masyarakat.
"Banyak kita temukan buah-buahan tidak layak, bahkan sudah busuk, belum lagi makanan yang diberikan khususnya momen Ramadan ini dapur SPPG terlalu banyak mengambil keuntungan dari menu yang diberikan kepada warga," katanya. (fad)