SDN Slapajang I Tambah Kegiatan Keagamaan Selama Ramadan

Kamis 26-02-2026,17:34 WIB
Reporter : Randy Yasetiawan
Editor : Sihara Pardede

TANGERANGEKSPRES.ID, CISOKA — SDN Slapajang I, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, menambah sejumlah kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan sebagai upaya membentuk karakter religius dan membiasakan siswa menjalankan ibadah sejak dini. Kegiatan tersebut di antaranya salat sunah duha ber­jamaah serta mengaji bersama sebelum memulai pembelajaran.

Selama Ramadan, para siswa terlebih da­hulu melaksanakan salat sunah duha secara berjamaah yang dipandu oleh guru. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus atau mengaji bersama di kelas masing-ma­sing. Suasana religius pun terasa kental di lingkungan sekolah.

Kepala SDN Slapajang I Dedeh Erawati mengatakan, penambahan kegiatan keagama­an ini bukan hanya untuk mengisi momentum Ramadan, melainkan sebagai langkah pem­biasaan agar siswa terus melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. “Bulan Rama­dan adalah momen yang sangat tepat untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak. Kami ingin kegiatan seperti salat duha dan mengaji bersama ini menjadi kebiasaan, sehingga tidak hanya dilakukan saat Ramadan saja, tetapi juga terus berlanjut di luar bulan suci,” ujar Dedeh Erawati kepada Tangerang Ekspres, Selasa (24/2).

Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya diberikan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga melalui praktik langsung yang dilakukan secara rutin dan konsisten. Dengan pembiasaan tersebut, diharapkan siswa memiliki kesadaran untuk menjalankan ibadah tanpa harus diperintah.

“Kalau anak-anak sudah terbiasa, insyaallah mereka akan melakukannya dengan penuh kesadaran. Tujuan kami adalah membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan kedisiplinan dalam beribadah,” paparnya.

Dedeh menegaskan, bahwa pihak sekolah juga melibatkan seluruh guru untuk mem­berikan pendampingan dan teladan kepada siswa. Menurutnya, peran guru sangat penting dalam membentuk kebiasaan positif tersebut.

“Guru harus menjadi contoh. Ketika guru ikut melaksanakan dan mendampingi, anak-anak akan lebih termotivasi. Kami ingin nilai-nilai ini tertanam kuat dalam diri me­reka,” jelasnya.(ran)

Kategori :