Peran TPS 3R di Pamulang Barat Tak Maksimal

Selasa 24-02-2026,22:12 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, PAMULANG — Upaya pengu­rangan sampah melalui Tem­pat Pengolahan Sampah Re­duce-Reuse-Recycle (TPS 3R) dan bank sampah di Kelurahan Pamulang Barat belum mak­simal. Dalam pelaksanan TPS 3R di wilayha ini masih meng­hadapi sejumlah kendala.

Persoalan utama meliputi keterbatasan lahan, minimnya sumber daya pengelola, hingga tantangan sosial dari ma­sya­rakat. Kelurahan Pamulang Barat yang berada di Keca­matan Pamulang memiliki 25 RW dan 122 RT. Namun, hingga saat ini TPS 3R baru tersedia di empat titik, yakni RW 5, 12, 20, dan 21.

Sementara itu, jumlah bank sampah tercatat sebanyak 26 unit. Meski demikian, kebera­daannya belum tersebar di seluruh RW karena masih ada wilayah yang belum memiliki bank sampah.

Lurah Pamulang Barat Mul­yadi mengatakan, secara kon­sep TPS 3R dan bank sam­pah mampu mengurangi vo­lu­me sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun, implemen­tasinya belum sepenuhnya optimal.

“Target pengurangan sam­pah itu sekitar 30 persen. Tapi praktiknya belum semua sang­gup. Kalau bisa 50 persen itu sudah bagus,” ujarnya ke­pada TANGERANGEKSPRES.ID, Selasa (24/2).

Mulyadi menambahlan, da­­lam operasionalnya,l sam­pah yang masih memiliki nilai ekonomis dipilah untuk dijual kembali, sedangkan residunya dibuang ke TPA. Kendala uta­ma pengembangan TPS 3R adalah ketersediaan lahan. Idealnya, TPS 3R membutuh­kan lahan minimal sekitar 400 meter persegi.

“TPS 3R itu ada potensi bau karena sampah dari rumah tangga dikumpulkan dulu se­­belum dipilah. Jadi warga kadang keberatan,” tam­bah­nya.

Selain luas lahan, faktor ling­kungan dan penerimaan masyarakat juga menjadi tan­tangan tersendiri, terutama di kawasan padat penduduk. Meski wilayahnya tergolong luas, hampir seluruh lahan telah dimanfaatkan sehingga sulit mencari lokasi baru.

“Warga itu jangankan dekat dengan TPS, mobil sampah lewat saja kadang sudah pro­tes,” jelasnya.

Ia menambahkan, persoalan lain yang sempat terjadi adalah keterlambatan pengangkutan residu sampah dari TPS 3R ke TPA. Akibatnya, sampah sempat menumpuk dan me­micu keluhan warga karena bau tidak sedap.

“Kasihan pengelola TPS 3R. Sampah sempat menumpuk karena belum diangkut, warga komplain soal bau dan lain­nya,” tuturnya.

Namun kini kondisi tersebut mulai membaik karena peng­angkutan sudah lebih rutin. “Alhamdulillah sekarang su­dah jarang ada penumpukan sampah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Pamulang Barat, Eniyar mengatakan, kendala utama pengembangan bank sampah adalah keterbatasan pengurus.

“Kendalanya di pengurus. Harus ada warga yang mau mengurus, memilah, men­catat, menimbang. Biasanya ibu-ibu yang aktif, tapi tidak semua wilayah ada yang ber­sedia,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan bank sampah sangat bergan­tung pada partisipasi warga. Tanpa pengurus yang aktif, program sulit berjalan meski secara administrasi tingkat RT siap membentuknya.

Kategori :

Terkait