BJB FEBRUARI 2026

TBM Terus Dorong Minat Baca di Tengah Maraknya Gadget

TBM Terus Dorong Minat Baca di Tengah Maraknya Gadget

Pendiri sekaligus Ketua Umum Komunitas TBM Magma Herlina Mustikasari. -Dok. Pribadi For Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Minat baca anak perlu ditanamkan sejak usia dini melalui peran aktif orang tua dan lingkungan sekitar. Di tengah gempuran gadget dan media sosial, keberadaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dinilai menjadi salah satu solusi untuk menumbuhkan budaya literasi di masyarakat.

Pendiri sekaligus Ketua Umum Komunitas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Magma, Herlina Mustikasari mengatakan, saat ini terdapat sekitar 200 TBM di Kota Tangsel namun, yang aktif hanya sekitar 150 titik. Pada tahun ini, jumlah TBM juga bertambah sebanyak empat lokasi.

“TBM di Tangsel sudah ada sejak 2010. Harapannya ke depan, setiap RW memiliki TBM, karena ruang lingkupnya kecil dan dekat dengan masyarakat, sehingga mudah diakses,” ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Minggu (12/4).

Herlina menambahkan, TBM tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas. Sebagai lembaga non-profit, TBM hadir untuk memberikan akses membaca gratis bagi masyarakat tanpa memungut biaya.

“TBM ini murni untuk masyarakat, tidak ada keuntungan. Baca buku gratis, operasional juga dilakukan secara mandiri,” tambahnya.

Menurutnya, TBM memiliki peran penting dalam meningkatkan minat baca, terutama di tengah maraknya penggunaan gadget pada anak-anak. Banyak orang tua yang lebih memilih memberikan gawai dibandingkan buku saat anak menangis, sehingga berdampak pada kebiasaan anak.

“Padahal anak itu seperti kertas putih. Apa yang dilihat dari orang tuanya akan ditiru, termasuk kebiasaan membaca,” jelasnya.

Herlina mengaku, menumbuhkan minat baca harus dimulai dari keluarga. Orang tua perlu memberikan teladan dengan membiasakan membaca, menyediakan buku di rumah, hingga membacakan dongeng kepada anak sejak dini.

“Kalau sejak kecil anak sudah terbiasa melihat orang tuanya membaca, maka akan tumbuh rasa ingin tahu terhadap buku,” ujarnya.

Bagi anak yang sudah terlanjur terbiasa dengan gadget, ia menyarankan agar orang tua tetap mengenalkan buku secara perlahan dengan pendekatan yang sesuai minat anak.

“Misalnya anak perempuan bisa dikenalkan buku cerita seperti princess atau tokoh favorit lainnya. Intinya jangan memaksakan selera orang tua, tapi mengikuti minat anak,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya ketegasan orang tua dalam mengatur penggunaan gadget. Menurutnya, anak sebaiknya tidak dibiarkan menggunakan gadget tanpa pengawasan.

“Lebih baik anak menangis saat kecil karena dibatasi, daripada nanti saat remaja orang tua sudah tidak bisa mengontrol lagi,” tegas wanita yang sejak 2023 hingga kini menjadi Ketua Umum Gerakan Pembudaan Minat Baca (GPMB) Nasional yang merupakan Mitra Perpustakaan Nasional RI ini.

Selain itu, orang tua juga perlu membuat aturan yang jelas di rumah, seperti pembagian waktu antara penggunaan gadget dan membaca buku. Bahkan, aktivitas diskusi keluarga mengenai konten yang diakses anak juga dinilai penting.

Sumber: