TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kuota mudik gratis sebanyak 900 yang diselenggarakan oleh Pemprov Banten langsung ludes. Tak tanggung kuota itu langsung diburu warga habis dalam semalam.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, Tri Nurtopo, mengatakan hanya dalam hitungan jam setelah pendaftaran dibuka pada pukul 00:01 WIB, kuota program mudik gratis habis, dan pendaftaran resmi langsung ditutup pukul 08:00 WIB.
"Jam 00.01 WIB mulai dibuka pendaftaran, dan tadi jam 08.00 WIB langsung kita tutup karena sudah habis kuotanya," katanya melalui sambungan telepon, Rabu (18/2).
Selanjutnya, pihaknya akan langsung melakukan tahap verifikasi data untuk memastikan seluruh pendaftar memenuhi kualifikasi.
"Kita tutup dulu website-nya untuk klarifikasi data. Kita pastikan datanya benar atau tidak. Jika nanti ada pendaftar yang tidak lolos verifikasi, ada kemungkinan kuota akan dibuka kembali," ujarnya.
Adapun persyaratan utama untuk mengikuti program ini adalah kepemilikan KTP Banten. Namun, pihaknya juga menyediakan kuota yang merantau di luar daerah seperti Yogja dan Bandung, dan ingin pulang ke Banten.
"Itu sudah termasuk dengan kuota seluruhnya," ungkapnya.
Program ini melayani berbagai rute strategis, baik untuk arus keluar Banten maupun arus masuk bagi warga Banten yang merantau di luar daerah. Destinasi yang tersedia meliputi Jawa Tengah dan DIY yaitu Solo, Banyumas, dan Yogyakarta.
Kemudian Jawa Timur yakni Surabaya, Jawa Barat yaitu Tasikmalaya dan Cirebon, dan Sumatera yakni ke Palembang.
Rencana keberangkatan dijadwalkan akan dilaksanakan pada 18 Maret 2026 siang hari, dengan catatan jadwal tersebut tetap mengikuti perkembangan kondisi lalu lintas dan instruksi lebih lanjut.
"Mudah-mudahan jadwalnya tidak berubah," ungkapnya.
Tak hanya transportasi gratis, para pemudik juga akan dimanjakan dengan sejumlah fasilitas tambahan berupa kaos, snack, serta paket makan untuk berbuka puasa di perjalanan.
Tahun ini, Pemprov Banten menyediakan total kuota sebanyak 900 kursi yang dibagi ke dalam 20 armada bus. Meski jumlah armada mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yang mencapai 32 bus, minat masyarakat justru tetap melonjak tajam.
"Tahun ini memang anggarannya berkurang dibanding dengan tahun lalu," ungkapnya. (mam)