TANGERANGEKSPRES.ID, SETU — Paguyuban Taman Tekno, Setu menyelenggarakan bakti sosial (baksos) kepada masyarakat sekitar dan pegawai. Bakti sosial tersebut dilaksanakan di PT. L’Essential Komplek Pergudangan dan Industri Taman Tekno, Setu, Kamis (13/2).
Baksos yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan, garage sell Taman Tekno, santunan anak yatim dan dhuafa dan petugas TPS3R, inovasi dan kreatifitas sampah.
Ketua Paguyuban Taman Tekno Henry Sudarja mengatakan, bakti sosial rutin dilaksanakan oleh Paguyuban Taman Tekno. ”Ini kegiatan rutin sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sesama,” ujarnya, Kamis (12/2)
Henry menambahkan, selaku ketua paguyuban menyampaikan permohonan maaf, sekaligus menyampaikan keprihatinan atas permasalahan yang terjadi di wilayahnya, yakni kebakaran di salah satu gudang.
Pihaknya memandang hal ini sebagai sebuah pembelajaran penting bagi kita semua, khususnya dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga dan melindungi lingkungan hidup.
Seluruh unsur OPD, Perseroda, serta pihak terkait telah bahu-membahu dalam upaya penanganan permasalahan tersebut. ”Kami juga menyampaikan apresiasi kepada pihak perusahaan yang telah ikut berkolaborasi serta menunjukkan komitmen untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada,” tambahnya.
Menurutnya, sampai dengan kemarin pihakbya telah melakukan diskusi dengan pihak BRIN untuk membantu merumuskan langkah-langkah penanganan. Termasuk rencana penetralisiran jangka panjang terhadap sedimen maupun sisa kontaminasi yang kemungkinan masih terdapat di lokasi.
”Hari ini pihak BRIN juga sudah turun langsung ke lapangan untuk mengambil sampel sedimen dan cairan. Sampel tersebut nantinya akan dianalisis lebih mendalam untuk memastikan kandungan pestisida yang mungkin masih tersisa,” jelasnya.
Hasil analisis ini akan menjadi dasar penyusunan action plan, apakah lokasi tersebut dapat dipulihkan dengan metode tertentu. Seperti pembangunan taman atau hutan penyangga yang mampu menyerap residu pencemaran, atau perlu dilakukan penutupan dan penanganan sedimen secara khusus.
”Sore ini, kita akan mulai mendesain penggunaan karbon aktif sebagai salah satu langkah mitigasi. Insya Allah langkah ini dapat membantu meredam dan menetralisir zat-zat berbahaya yang ada,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, selain menjadi agenda syukuran, balsos juga menjadi momentum kebersamaan antara Pemkot Tangsel, Forkopimda, para pengusaha di kawasan Taman Tekno, serta seluruh stakeholder yang hadir.
”Di dalamnya ada rangkaian kegiatan bakti sosial, kegiatan kesehatan, dan juga kegiatan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Pilar mengaku, pengusaha tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pengusaha membutuhkan pemerintah daerah, dan pemerintah daerah juga membutuhkan pengusaha. Maka kolaborasi dan kerja sama yang kuat menjadi kunci utama.
Pihaknya juga menyadari bahwa kawasan Taman Tekno ini berdiri jauh sebelum Kota Tangsel terbentuk. Artinya, kawasan ini sudah lama berkembang dan memberikan kontribusi yang besar.
”Namun ke depan, kita memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa kawasan industri ini semakin tertib, semakin aman, dan semakin memenuhi standar, terutama terkait pengelolaan limbah serta antisipasi kejadian seperti kebakaran agar tidak mencemari lingkungan hidup,” tutupnya. (bud)