Paguyuban Taman Tekno Gelar Bakti Sosial

Kamis 12-02-2026,20:50 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, SETU — Paguyuban Taman Tekno, Setu menyelenggarakan bak­ti sosial (baksos) kepada masyarakat sekitar dan pega­wai. Bakti sosial tersebut di­laksanakan di PT. L’Essential Komplek Pergudangan dan Industri Taman Tekno, Setu, Kamis (13/2).

Baksos yang dilakukan ada­lah pemeriksaan kesehatan, garage sell Taman Tekno, san­tunan anak yatim dan dhu­afa dan petugas TPS3R, inovasi dan kreatifitas sampah.

Ketua Paguyuban Taman Tekno Henry Sudarja menga­takan, bakti sosial rutin dilak­sanakan oleh Paguyuban Ta­man Tekno. ”Ini kegiatan rutin sebagai bentuk kepe­dulian kita terhadap sesama,” ujarnya, Kamis (12/2)

Henry menambahkan, se­laku ketua paguyuban me­nyam­paikan permohonan maaf, sekaligus menyampaikan keprihatinan atas permasala­han yang terjadi di wilayahnya, yakni kebakaran di salah satu gudang. 

Pihaknya memandang hal ini sebagai sebuah pembe­lajaran penting bagi kita se­mua, khususnya dalam mem­perkuat kolaborasi lintas sektor da­lam menjaga dan melin­dungi lingkungan hidup.

Seluruh unsur OPD, Per­se­roda, serta pihak terkait telah bahu-membahu dalam upaya penanganan permasalahan tersebut. ”Kami juga menyam­paikan apresiasi kepada pihak perusahaan yang telah ikut berkolaborasi serta menun­jukkan komitmen untuk bersa­ma-sama menyelesaikan per­soal­an yang ada,” tambah­nya.

Menurutnya, sampai dengan kemarin pihakbya telah me­lakukan diskusi dengan pihak BRIN untuk membantu me­rumuskan langkah-langkah penanganan. Termasuk ren­cana penetralisiran jangka panjang terhadap sedimen maupun sisa kontaminasi yang kemungkinan masih ter­dapat di lokasi.

”Hari ini pihak BRIN juga sudah turun langsung ke la­pangan untuk mengambil sam­pel sedimen dan cairan. Sampel tersebut nantinya akan dianalisis lebih menda­lam untuk memastikan kandu­ngan pestisida yang mungkin masih tersisa,” jelasnya.

Hasil analisis ini akan men­jadi dasar penyusunan action plan, apakah lokasi tersebut dapat dipulihkan dengan me­tode tertentu. Seperti pem­bangunan taman atau hutan penyangga yang mampu me­nyerap residu pencemaran, atau perlu dilakukan penu­tupan dan penanganan sedi­men secara khusus.

”Sore ini, kita akan mulai mendesain penggunaan kar­bon aktif sebagai salah satu langkah mitigasi. Insya Allah langkah ini dapat membantu meredam dan menetralisir zat-zat berbahaya yang ada,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, selain menjadi agenda syukuran, balsos juga menjadi momentum kebersa­maan antara Pemkot Tangsel, Forkopimda, para pengusaha di kawasan Taman Tekno, serta seluruh stakeholder yang hadir.

”Di dalamnya ada rangkaian kegiatan bakti sosial, kegiatan kesehatan, dan juga kegiatan kepedulian terhadap lingku­ngan,” ujarnya.

Pilar mengaku, pengusaha tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pengusaha membu­tuhkan pemerintah daerah, dan pemerintah daerah juga membutuhkan pengusaha. Maka kolaborasi dan kerja sama yang kuat menjadi kunci utama.

Pihaknya juga menyadari bahwa kawasan Taman Tekno ini berdiri jauh sebelum Kota Tangsel terbentuk. Artinya, kawasan ini sudah lama ber­kembang dan memberikan kontribusi yang besar. 

”Namun ke depan, kita me­miliki kewajiban untuk me­mas­tikan bahwa kawasan in­dustri ini semakin tertib, semakin aman, dan semakin memenuhi standar, terutama terkait pengelolaan limbah serta antisipasi kejadian se­perti kebakaran agar tidak mencemari lingkungan hidup,” tutupnya. (bud)

Kategori :

Terpopuler