TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat sejumlah fasilitas rusak akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi selama Januari 2026.
Sukanta, Kepala BPBD Lebak mengatakan, kerusakan terjadi pada fasilitas pendidikan. Ada juga enam jembatan dan sembilan jalan yang turut terdampak.
"Ada 29 rumah rusak berat, 22 rusak sedang, dan 49 rusak ringan," kata Sukanta, kepada wartawan, di Rangkasbitung, Minggu (8/2).
Sukanta menerangkan, bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Lebak didominasi oleh tanah longsor yang terjadi sebanyak 39 kejadian, cuaca ekstrem 36 kejadian, banjir 17 kejadian, pergerakan tanah 7 kejadian.
"Selain itu angin kencang kami mencatat ada sekitar 3 kejadian yang benar-benar berdampak," tandasnya.
Untuk itu, Sukanta mengajak agar masyarakat waspada, karena cuaca ekstrem masih terjadi di sejumlah wilayah.
Budi mengatakan, warga Kecamatan Cikulur yang rumahnya terdampak benca tanah bergerak mengaku, hingga saat ini dia masih mengungsi di rumah saudaranya yang tidak jauh dari rumahnya yang mengalami rusak cukup parah.
"Iya, atas saran desa dan BPBD, agar mengungsi, karena kerusakan rumah cukup parah dan dapat membahayakan jiwa jika masih di huni," ucapnya. (fad)