TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Kabupaten Lebak mencatat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Lebak menunjukkan progres yang baik, meski masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Imam Suwangsa, Plt Kepala Dinkop UKM Lebak mengatakan, berdasarkan data terbaru, dari total titik pembangunan tahap pertama satu unit KDMP telah mencapai progres 80 persen, sembilan titik berada di angka 70 persen, dan enam titik lainnya sudah mencapai 60 persen pembangunan.
Selain itu, terdapat dua titik yang progres pembangunannya mencapai 50 persen, empat titik di angka 40 persen, delapan titik di kisaran 30 persen, serta 19 titik yang baru mencapai sekitar 20 persen.
"Sebanyak 83 titik lainnya masih berada di bawah 10 persen progres pembangunan, yang sebagian besar disebabkan oleh persoalan kesiapan lahan," katanya kepada wartawan di Rangkasbitung, Selasa (20/1).
Imam menjelaskan, pembangunan KDMP tahap pertama ini ditargetkan rampung dan diresmikan pada 31 Januari 2026.
"Target kita untuk tahap pertama, akhir Januari ini sudah dilakukan peresmian, dan pada bulan Maret seluruh Kopdes (KDMP) yang dibangun pada tahap ini sudah mulai beroperasi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dasar pelaksanaan program ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih.
Menurutnya, dari total rencana 344 KDMP, hingga saat ini terdapat 132 titik yang sudah masuk dalam tahap proses pembangunan dengan progres yang dinilai cukup baik.
“Alhamdulillah, sampai kemarin dari 344 KDKMP, yang sudah berproses itu 132 titik. Progresnya sudah lumayan, meskipun kalau dilihat dari persentase masih banyak yang di bawah 5 persen,” ujarnya.
Lanjut dia, kendala utama dalam percepatan pembangunan KDMP yakni terkait ketersediaan lahan, khususnya lahan milik pemerintah daerah atau desa.
“Sesuai aturan, pembangunan Kopdes (KDMP) harus berada di atas tanah milik pemerintah daerah atau desa, dengan luas minimal 20 x 30 meter atau sekitar 1.000 meter persegi. Nah, hal ini yang di beberapa tempat masih menjadi hambatan,” paparnya.
Rusdianto, Kepala Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung mengaku, pogres pembangunan KDMP saat ini dalam tahap finising.
Untuk proses pengerjaan, kata dia, pembangunan Kopdes dilakukan oleh TNI Angkatan Darat melalui mekanisme kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) antara PT Agrinas, TNI, dan Kopdes Jatimulya.
"Targetnya harus selesai akhir bulan ini, karena tanggal 31 Januari akan diresmikan untuk tahap pertama," ucapnya. (fad)