TIGARAKSA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang masih menggodok aturan, hingga besaran nilai untuk penanganan dampak ekonomi (PDE). Targetnya, akhir Agustus draft peraturan sudah diteken bupati sehingga awal September sudah bisa pencairan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyied mengatakan, draft aturan PDE akan selesai pada minggu ketiga Agustus. Menurutnya, menggerakan roda ekonomi menjadi fokus pemerintah selain dari menangani wabah Covid-19. “Pandemi virus corona tidak saja pada sektor kesehatan, tetapi juga ekonomi. Organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersangkutan PDE sedang menyiapkan aturannya. Bupati juga selalu memberikan arahan kepada kita, bukan saja tentang kesehatan tetapi juga menangani ekonomi,” katanya kepada Tangerang Ekspres, Minggu (23/8). Pria yang akrab di sapa Rudi Maesyal ini menerangkan, sasaran penerima PDE diutamakan warga yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Adapun penyalurannya di bawah koordinasi satuan tugas (satgas) yang dibentuk Bupati Tangerang. “Intinya, PDE ini merupakan program untuk menggerakan ekonomi yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak pandemi covid. Pemkab juga memberikan bantuan sosial tunai agar daya beli tetap terjaga, kemudian sembako juga kita salurkan. Untuk PDE hal teknisnya menjadi tugas satgas,” jelasnya. Maesyal menegaskan, penyaluran PDE akan tepat sasaran. Pasalnya, akan ada tim monitoring atau pengawas kinerja satgas ekonomi. Ia menerangkan, tim monitoring akan terdiri dari beberapa instansi vertikal. “Tim monitoring ini merupakan gabungan, ada pemkab, kepolisian, kejaksaan hingga TNI. Jadi ada satgas ada tim monitoring. Sehingga penerima PDE bisa dipastikan tepat sasaran. Hal ini tentu menjadi fokus dari pimpinan agar penyaluran tepat sasaran,” ujarnya. Maesyal berharap, kucuran dana dalam bentuk PDE dapat menstimultan roda ekonomi. Menurutnya, sektor produksi terdampak akibat pandemi sehingga mengalami penurunan. “Jadi paket PDE ini dapat meningkatkan sektor produksi dan masyarakat memiliki daya beli. Sehingga kita berharap ekonomi muali pulih kembali,” pungkasnya. Sementara itu, Budiman, salah seorang warga Kecamatan Cisauk mengaku, akibat dampak Covid-19, perekonomian keluarganya benar-benar terasa. Budiman yang merupakan salah seorang pemilik rumah makan warung Tegal (Warteg), mengaku sepi pembeli. Lebih lanjut Budiman menjelaskan, sudah sekitar tiga bulan terakhir ini, Warteg miliknya mengalami penurunan pendapatan. Kata Budiman, hal tersebut diakibatkan perekonomian masyarakat juga terkena imbasnya, “Hampir setiap hari dagangan Warteg milik saya sepi pembeli, tentunya hal tersebut jauh berbeda sebelum pandemic Covid-19,” terang Budiman. (sep/mas)
Fokus Tangani Perekonomian
Senin 24-08-2020,04:03 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 20-05-2026,21:00 WIB
Prioritaskan Kesehatan Pemain, OSSC Gandeng RS Premier Bintaro
Rabu 20-05-2026,21:51 WIB
Sindang Jaya Buka Pendaftaran Isbat Nikah Gratis 2026
Rabu 20-05-2026,21:05 WIB
Serapan Anggaran Tertinggi di Kecamatan Pagedangan, OPD Masih Relatif Rendah
Rabu 20-05-2026,21:50 WIB
Wamendagri Bima Arya Apresiasi Penataan Royal Baroe
Rabu 20-05-2026,21:27 WIB
Kuota Penerima BPP Naik Tiga Kali Lipat
Terkini
Rabu 20-05-2026,21:52 WIB
BKN Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Sekda Tangsel Bambang Noertjahjo
Rabu 20-05-2026,21:51 WIB
Sindang Jaya Buka Pendaftaran Isbat Nikah Gratis 2026
Rabu 20-05-2026,21:50 WIB
Wamendagri Bima Arya Apresiasi Penataan Royal Baroe
Rabu 20-05-2026,21:49 WIB
Tekan Kemiskinan, Warga Dilatih Bikin Cilok
Rabu 20-05-2026,21:48 WIB