SERANG – Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang ditargetkan bebas buang air besar sembarangan atau biasa disebut modol di kebon (Dolbon) pada November 2020 mendatang. Sehingga masyarakatnya lebih sehat, dan bersih dalam menjalani kesehariannya. Hal itu diungkapkan oleh Lurah Tembong, Edi Junaedi seusai Launching Gerakkan Seribu Rupiah Siapkan Jamban Keluarga (Geser Si Jaka) di aula Ikamaban, Kelurahan Tembong, Rabu (4/3). Turut hadir Walikota Serang Syafrudin, Ketua DPRD Budi Rustandi, kader posyandu, dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Edi mengatakan, pada tahun2019 lalu, tercatat sebanyak 166 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut belum memiliki jamban. Namun, saat ini sudah ada pembuatan jambanisasi melalui beberapa program yang sudah berjalan untuk 15 KK, sehingga siasnya 151 KK yang belum memiliki jamban, dan ditargetkan bebas pada November mendatang. “Target saya tahun ini masyarakat Tembong bisa benar-benar bebas dari dolbon, paling tidak bulan Oktober-November, melalui pembangunan jamban untuk 166 KK,” katanya. Ia mengatakan, pembentukan Geser Si Jaka merupakan salah satu upaya dalam pengentasan BABS di lingkungannya. Sementara mengenai anggaran, saat ini belum ada regulasi pengadaan jambanisasi untuk masyarakat. Ada pun Dana Kelurahan (Dakel) digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. “Jadi jamban ini sifatnya pribadi dan harus berbentuk hibah, makanya kami inisiatif lakukan kegiatan secara swadaya, dan ada beberapa perusahaan yang ikut membantu,” ujarnya. Edi mengaku, masih adanya warga yang belum memiliki jamban, bukan semata karena tingkat perekonomiannya yang rendah, melainkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang kurang baik, sehingga masih banyak yang melakukan dolbon. “Kalau perekonomiannya cukup baik, jadi 50-50 ada yang memang tidak mampu, tapi ada juga karena kebiasaan mereka dolbon,” tuturnya. Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, melalui program tersebut, diharapkan dapat memicu masyarakat dalam berperilaku hidup sehat dan bersih, terlebih dolbon menjadi salah satu sumber penyakit. “Baik di Kota Serang terutama di Tembong ini kami harap bisa membuat jamban sendiri, dan program ini menjadi acuan bagi masyarakat lainnya,” katanya. Tak hanya itu, ia juga menekankan kepada masyarakat a sadar terhadap kebersihan di lingkungan sekitarnya, seperti tidak membuang sampah sembarangan. “Jadi harus dimulai dari diri sendiri untuk kebersihan bersama. Mudah-mudahan selama masa jabatan saya persoalan ini bisa tuntas,” paparnya. (mam/and)
Tembong Targetkan November Bebas Dolbon
Kamis 05-03-2020,04:20 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 23-08-2026,20:37 WIB
Dalam Lima Tahun ke Depan, 2.458 ASN Pemprov Pensiun
Minggu 23-08-2026,20:30 WIB
Rekonstruksi Jembatan Nyompok Girang Dimulai, Konektivitas Carenang Kembali Dibangun
Minggu 23-08-2026,20:37 WIB
Pemkab Tangerang Didorong Akurasi Data, Potensi PAD Sektor Industri Perlu Dioptimalkan
Minggu 23-08-2026,21:54 WIB
Siapkan Upaya Tangani Krisis Air Jangka Panjang
Minggu 23-08-2026,20:34 WIB
Pembangunan Tol Serbaraja, Masuk Tahap Pembebasan Lahan Desa Cirarab
Terkini
Minggu 23-08-2026,22:29 WIB
Brimob Gagalkan Dugaan Tawuran di Ciptim
Minggu 23-08-2026,22:26 WIB
Ada Temuan Kasus TBC, Dinkes Turun ke Lingkungan Warga
Minggu 23-08-2026,22:21 WIB
Gelar Lomba Rakyat dan Olahraga Tradisional, Semarak HUT ke-81 RI di Pemkot Tangerang
Minggu 23-08-2026,22:16 WIB
Wali Kota Sachrudin Tinjau Perbaikan Jalan Mohammad Toha, Pastikan Kualitas Jalan dan Selesai Tepat Waktu
Minggu 23-08-2026,22:14 WIB