BJB

Gebyar Silat Benteng, Tanamkan Disiplin dan Sportivitas

Gebyar Silat Benteng, Tanamkan Disiplin dan Sportivitas

Wali Kota Tangerang Sachrudin membuka Gebyar Silat Benteng Pelajar Kota Tangerang 2026 di Stadion Benteng Reborn, Rabu (21/10). Sebanyak 5.021 pelajar mengikuti pementasan pencak silat secara serentak yang berhasil mencatatkan rekor MURI. -Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Wali Kota Tangerang Sachrudin menilai ribuan pelajar yang mengikuti Gebyar Silat Benteng Pelajar Kota Tangerang 2026 menjadi harapan bagi masa depan bangsa. Melalui pencak silat, generasi muda tidak hanya dibina untuk meraih prestasi olahraga, tetapi juga dibentuk agar memiliki karakter, kedisiplinan, sportivitas, dan kemampuan mengendalikan diri.

Hal tersebut disampaikan Sachrudin saat membuka Gebyar Silat Benteng Pelajar Kota Tangerang 2026 di Stadion Benteng Reborn, Rabu (21/10). Kegiatan yang diikuti 5.021 pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Kota Tangerang itu menjadi ajang pembinaan sekaligus pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, ribuan pelajar secara kolosal memperagakan jurus silat tunggal baku dengan didampingi 56 pelatih dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tangerang. Pementasan serentak di satu tempat itu juga berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Sachrudin mengaku bangga melihat antusiasme para pelajar yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat generasi muda dalam mengembangkan potensi diri merupakan modal penting untuk mempersiapkan pemimpin masa depan.

“Kami sangat bahagia melihat generasi penerus bangsa. Ini merupakan proses regenerasi. Saya membayangkan dari sekian ribu pelajar ini, mungkin nanti ada yang menggantikan kami-kami semuanya,” ujar Sachrudin.

Ia mengatakan, pencak silat memiliki banyak nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain melatih kemampuan bela diri, olahraga tradisional tersebut juga mengajarkan sikap sportif, disiplin, dan pengendalian diri.

Menurutnya, kemampuan mengendalikan emosi menjadi salah satu hal penting yang perlu ditanamkan sejak dini. Dengan demikian, pelajar dapat tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengelola emosi, tidak mengedepankan ego, serta memiliki sikap seimbang dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Ketika ada anak-anak muda yang berkreasi dengan penuh semangat untuk membangun sikap mental dan perilakunya, kami melihat bahwa di situ ada harapan besar bagi bangsa kita,” katanya.

Sachrudin juga mengapresiasi perguruan pencak silat serta jajaran IPSI Provinsi Banten dan Kota Tangerang yang terus melakukan pembinaan terhadap generasi muda. Ia menilai keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, dunia pendidikan, dan masyarakat.

Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat untuk mendukung pembinaan pelajar sejak usia dini. Menurutnya, upaya membangun kualitas generasi penerus membutuhkan proses panjang serta keterlibatan berbagai pihak.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tangerang Saiful Milah mengapresiasi penyelenggaraan Gebyar Silat Benteng Pelajar yang dinilainya menjadi sarana positif untuk membentengi generasi muda melalui olahraga dan seni bela diri.

Ia menyatakan DPRD mendukung agar kegiatan tersebut terus dilaksanakan dan dikembangkan menjadi agenda wisata olahraga atau sport tourism di Kota Tangerang.

“Ini luar biasa. Gebyar Silat Benteng Pelajar menjadi kekuatan bagaimana silat sebagai wadah seni bela diri membentengi para pelajar. Kegiatan ini harus diulangi dan menjadi sebuah kegiatan wisata olahraga di Kota Tangerang,” ungkap Saiful.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan dan pengembangan olahraga pelajar sejak usia dini.

Sumber: