Aspontren Tangerang Meluas Jadi 150 Titik
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Chaidir mengecek langsung pembangunan Aspontren di salah satu kecamatan.(Diskominfo Kab. Tangerang)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memperluas pembangunan sarana pendidikan keagamaan melalui program Asrama Pondok Pesantren (Aspontren). Pada tahun anggaran 2026, program tersebut menyasar 150 Pondok Pesantren yang tersebar di 18 kecamatan, dengan alokasi bantuan Rp200 juta untuk setiap titik pembangunan.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pesantren. Selain menyediakan tempat tinggal yang layak bagi santri, pembangunan asrama diharapkan mendukung kegiatan belajar mengajar sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, pembangunan asrama pesantren merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan berbasis agama. Menurut dia, fasilitas yang memadai memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran dan pembentukan karakter generasi muda.
“Pembangunan asrama pesantren tidak hanya ditujukan untuk menyediakan fasilitas tempat tinggal, tetapi juga untuk mendukung proses pendidikan agar lebih baik dalam membentuk generasi penerus yang berilmu dan berakhlak mulia,” ujarnya, Rabu (14/10).
Maesyal berharap, asrama yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas para santri. Pesantren, kata dia, memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter dan akhlak yang baik.
“Harapan kami, gedung ini betul-betul menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak generasi penerus. Di sinilah mereka ditempa menjadi kader-kader pemimpin masa depan,” katanya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Chaidir, menjelaskan peningkatan fasilitas pesantren dilakukan melalui dua program, yakni Aspontren untuk pembangunan asrama dan Sanitren untuk peningkatan sarana sanitasi.
Pada 2026, Aspontren ditargetkan menjangkau 150 pondok pesantren, sedangkan Sanitren menyasar 50 pondok pesantren. Kedua program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan visi dan misi Maesyal Rasyid–Intan Nurul Hikmah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang 2025–2029.
“Untuk besaran bantuan, Aspontren dialokasikan Rp200 juta per titik, sementara Sanitren sebesar Rp130 juta per titik. Pelaksanaan program Aspontren telah berjalan selama dua tahun,” kata Chaidir.
Perluasan program tahun ini terbilang signifikan dibandingkan pelaksanaan pada 2025. Saat itu, Aspontren memiliki kuota 45 titik dengan realisasi pembangunan di 44 titik. Pada tahun ini, jumlah sasaran meningkat menjadi 150 pondok pesantren.
Menurut Chaidir, penambahan sasaran tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan fasilitas pesantren sekaligus aspirasi para pengasuh pondok pesantren dan ulama. Pembangunan infrastruktur daerah, kata dia, tidak hanya difokuskan pada sekolah umum, jalan, jembatan, dan fasilitas dasar lainnya, tetapi juga mencakup kebutuhan pendidikan keagamaan.
Adapun pengajuan bantuan dapat dilakukan oleh pondok pesantren melalui proposal maupun usulan dari pihak kecamatan. Pemerintah daerah menyatakan mekanisme tersebut dijalankan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Dengan perluasan cakupan Aspontren dan Sanitren, Pemkab Tangerang menargetkan peningkatan kualitas fasilitas pendidikan pesantren di berbagai wilayah. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah bangunan yang direalisasikan, melainkan juga oleh kualitas konstruksi, ketepatan sasaran penerima, serta pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas agar manfaatnya dapat dirasakan santri dalam jangka panjang.(sep)
Sumber:
