BJB

Diskoumperindag Kabupaten Serang Silaturahmi 120 Manajer KDMP

Diskoumperindag Kabupaten Serang Silaturahmi 120 Manajer KDMP

Sebanyak 129 manajer KDMP dikumpulkan oleh Diskoumperindag Kabupaten Serang di kantornya, Selasa (13/10). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang mengumpulkan 120 manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di kantornya, Selasa (13/10).

Mereka dikum­pul­kan untuk menjalin si­la­turahmi antara manajer KDMP dengan dinas. Setelah pe­nempatan, mereka diharapkan bisa langsung aksi di lapangan dengan satu tujuan untuk me­majukan KDMP di Kabupaten Serang.

Kepala Diskoumperindag Ka­bupaten Serang Adang Rahmat mengatakan, para ma­najer KDMP tersebut se­belumnya telah mengikuti retreat, dan sudah menerima penempatan untuk di Ka­bupaten Serang.

Namun jumlah KDMP yang su­dah 100 persen baru 114 gerai, sementara manajernya ada 120 orang maka enam ma­najer lainnya ini menunggu pe­nempatan bertahap dari Agrinas.

"Nanti tergantung dari pihak Agrinas mau ditempatkan di mana, bisa berlanjut bertahap sesuai yang sudah di verpal nan­tinya. Namun, kami ber­harap manajer KDMP bisa meng­­gali potensi desa masing-ma­sing," katanya kepada war­ta­wan.

Adang mengatakan, KDMP di Kabupaten Serang totalnya ada 326 desa namun yang sudah terbangun 100 persen baru ada 114, dan yang baru verifikasi validasi (verval) selama tiga hari ada 75 KDMP.

Kemudian masih ada 139 desa belum punya lahan untuk KDMP, dan belum ada pembangunan gerai serta kelengkapan lainnya.

Semua manajer yang dikumpulkan berasal dari Kabupaten Serang. Hal itu untuk memudahkan pela­yanan dan akomodasi dari para manajer.

"Semuanya sudah lengkap hasil verval, mobil, motor dan raknya sudah lengkap, bangunannya juga sudah lengkap," ujarnya.

Disinggung kapan manajer KDMP tersebut mulai bekerja, Adang mengatakan, semua tergantung kelengkapan ba­rang yang dikirim dari PT Agrinas. 

Meski 114 KDMP sudah 100 persen lengkap, namun belum satu pun yang beroperasi. Ma­ka tugas dari manajer salah satu­nya melihat dulu potensi yang ada di wilayah KDMP-nya.

"Karena sebagai manajer memetakan mana yang perlu diangkat, supaya KDMP-nya berjalan dengan maksimal dan menguntungkan," ucapnya.

Dikatakan Adang, pihaknya akan melakukan pengawasan ke KDMP yang meliputi laporan RAT, kelengkapan pengurus dan keanggotaan supaya transparan demi memajukan perekonomian di desa.

Terkait anggapan KDMP mirip Alfamart, Adang menye­butkan, memang mirip dari sisi jual beli tapi bisa diko­laborasi dengan ritel desa setempatnya bukan bersaing. (agm)

Sumber: