716 Siswa Kota Serang Tekanan Darah Tinggi
Petugas sedang memeriksa kesehatan siswa saat kegiatan skrining kesehatan berkala di sekolah Kota Serang, belum lama ini. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Sebanyak 716 siswa di Kota Serang terdeteksi memiliki tekanan darah di atas normal dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Temuan tersebut berdasarkan pemeriksaan terhadap 31 satuan pendidikan dari 38 sekolah yang menjadi sasaran.
Kepala UPTD Puskesmas Serang Kota, Ima Hikmah mengatakan, hasil tersebut belum dapat langsung disimpulkan sebagai hipertensi. Petugas melakukan pemeriksaan berulang untuk memastikan kondisi tekanan darah siswa.
“Pemeriksaan itu sudah tiga kali, ternyata memang tensinya lebih dari 120/80. Ada yang kita temukan 130/90,” kata Ima, Jumat (18/9).
Menurutnya, siswa yang tekanan darahnya tetap tinggi akan diarahkan menjalani pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Hasilnya kemudian dikonsultasikan dengan dokter untuk menentukan penanganan.
“Kalau memang hasilnya masih tinggi, kita konsultasikan ke dokter. Jadi tidak langsung kita simpulkan hipertensi,” ujarnya.
Ima menyebut, sasaran CKG terdiri dari 35 sekolah negeri, dua pondok pesantren dan satu sekolah luar biasa (SLB). Selain tekanan darah, pemeriksaan juga mencakup gula darah sewaktu (GDS).
Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, belum ditemukan hasil GDS siswa yang melebihi batas normal. Meski demikian, pola konsumsi anak tetap perlu diperhatikan, terutama kebiasaan mengonsumsi minuman manis serta makanan dengan kandungan gula dan garam tinggi.
“Kadang anaknya kurus, tapi bukan berarti tidak ada risiko. Jadi pola makan tetap harus diperhatikan,” katanya.
Orang tua diminta turut mengawasi makanan dan minuman yang dikonsumsi anak, termasuk jajanan di lingkungan sekolah.
Pemeriksaan CKG masih berlanjut untuk menjangkau tujuh satuan pendidikan yang belum diperiksa. Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya mendeteksi kondisi kesehatan siswa sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Ahmad Hasanuddin mengimbau orang tua dan sekolah ikut memperhatikan pola hidup sehat anak, termasuk pola makan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Yang penting pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin,” singkatnya. (ald)
Sumber:
