BJB

Liga Santri Ditarget Go Nasional

Liga Santri Ditarget Go Nasional

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menutup Liga Santri Wali Kota Cup 2026 di Stadion Benteng Reborn, Jumat (18/9). -Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Liga Santri Wali Kota Cup 2026 ditargetkan berkembang menjadi kompetisi berskala nasional pada penyelenggaraan 2027. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berharap ajang yang tahun ini diikuti 32 tim pondok pesantren se-Kota Tangerang tersebut dapat menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan mengatakan, perluasan peserta menjadi salah satu harapan dalam penyelenggaraan Liga Santri Wali Kota Cup ke depan. Kompetisi tersebut dinilai dapat menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan potensi sekaligus mempererat persaudaraan.

"Harapan ke depannya Liga Santri di Kota Tangerang memperebutkan Piala Pak Wali Kota melebar ke luar Kota Tangerang. Bisa dari santri-santri lain ikut serta di Kota Tangerang," ujar Maryono saat diwawancarai Tange­rang Ekspres usai menutup Liga Santri Wali Kota Cup 2026, Jumat (18/9).

Ia bahkan berharap pada penyelenggaraan 2027, santri dari berbagai daerah di Indonesia dapat datang dan mengikuti kompetisi di Kota Tangerang.

"Ya, mudah-mudahan dari nasional pada datang ke Kota Tangerang untuk mengikuti Liga Santri di Kota Tangerang tahun 2027," katanya.

Diketahui, Liga Santri Wali Kota Cup 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 4 hingga 18 September. Sebanyak 32 tim pondok pesantren se-Kota Tangerang ambil bagian dalam kompetisi yang digelar di Stadion Benteng Reborn dan Stadion Mini Cipondoh tersebut.

Menurut Maryono, penyelenggaraan Liga Santri tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan. Para santri juga didorong membangun sportivitas, kerja sama dan persaudaraan melalui kompetisi olahraga.

"Semoga bagi yang juara terus dapat mempertahankan dan menggali potensi berikutnya. Bagi yang belum menang, terus berlatih, bekerja sama, dan tentunya akan menghasilkan generasi yang tangguh, berakhlakul karimah, dan juga para kader dari ulama," tuturnya.

Maryono menambahkan, penyelenggaraan kompetisi tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkot Tangerang dengan para pimpinan pondok pesantren. Kolaborasi dilakukan untuk merangkul pesantren dan memberikan kesempatan kepada para santri terlibat dalam Liga Santri.

"Ya, kami berkolaborasi dengan para pimpinan pondok pesantren di bawah pimpinan Bapak K.H. Juri Fauzi, dan merangkul semua para pimpinan pesantren untuk melibatkan para santrinya terlibat dalam Liga Santri 2026," ucapnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Pondok Pesantren Ummul Rodhiyah berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Pondok Pesantren Al Kamil dengan skor tipis 1-0 pada partai final. 

Sementara itu, Pondok Pesantren Ihya Ulumuddin menempati posisi ketiga. (mg-9/esa)

Sumber: