BJB

Mayoritas Mobil Solar Tak Lolos Uji Emisi

Mayoritas Mobil Solar Tak Lolos Uji Emisi

Petugas saat melakukan pengecekan uji emisi di Jalan Satria-Sudirman kawasan Puspemkot Tangerang, Rabu (9/9). -Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Sebanyak 67 persen kendaraan berbahan bakar solar yang menjalani uji emisi di Kota Tangerang tidak memenuhi ambang batas emisi. Temuan tersebut menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang dalam pelaksanaan uji emisi selama dua hari, Selasa-Rabu (8-9/9).

Pada hari pertama, uji emisi digelar di kawasan Perumahan Ayodhya. Sementara pada hari kedua, Rabu (9/9), pemeriksaan dilakukan di tiga titik, yakni Jalan Satria-Sudirman kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang (Puspemkot), Taman Makam Pahlawan (TMP), dan Jalan Daan Mogot.

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengatakan, uji emisi dilakukan untuk mengetahui kondisi kendaraan, khususnya kendaraan roda empat, dalam memenuhi ambang batas emisi yang telah ditetapkan.

"Setiap kendaraan roda empat khususnya dilakukan uji emisi, apakah masih dianggap ambang batas kebaikan atau ambang batas yang keburukan untuk bisa diperbaiki," ujar Maryono, Rabu (9/9).

Menurutnya, hasil pemeriksaan menunjukkan masih banyak kendaraan yang berada dalam kategori baik. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu menekan pencemaran udara sekaligus meningkatkan kualitas udara di Kota Tangerang.

"Dampaknya adalah bagaimana kita mengetahui dari kendaraan-kendaraan yang ada di wilayah Kota Tangerang untuk bisa menurunkan uji emisinya sehingga mengurangi polusi udara yang ada di sekitar Kota Tangerang dan sekitarnya," katanya.

Maryono menambahkan, Pemkot Tangerang juga melakukan berbagai upaya untuk menjaga kualitas udara, mulai dari penanaman pohon hingga menghentikan praktik pembakaran sampah.

Selain itu, pengendara yang kendaraannya dinyatakan lulus uji emisi diberikan stiker sebagai tanda bahwa kendaraan tersebut telah menjalani pemeriksaan.

"Untuk memberitahukan bahwa kendaraan tersebut dan pemilik kendaraan sudah melakukan uji emisi di tempat-tempat yang ditentukan," jelasnya.

Terkait rencana penerapan kawasan rendah emisi di sekitar Puspemkot Tangerang, Maryono mengatakan kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian.

"Untuk kawasan emisi rendah sedang melakukan kajian. Karena pada dasarnya pegawai juga Pemerintah Kota Tangerang dan tamu yang hadir di Puspem menggunakan kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua," ungkapnya.

Ia berharap kendaraan yang beraktivitas di kawasan tersebut nantinya dapat memenuhi standar emisi sehingga turut menekan risiko gangguan kesehatan akibat pencemaran udara.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan, pihaknya menargetkan pemeriksaan sekitar 1.000 kendaraan selama dua hari pelaksanaan uji emisi.

"Kita sudah mulai dua hari ya. Mulai dari kemarin, kita ada 585. Hari ini pun kita punya target sekitar 500," ujar Yudi.

Sumber: