Wahana Beri Tips Naik Motor Aman dari Abu Vulkanik
BERKENDARA: PT. Wahana Makmur Sejati bagikan 6 tips aman naik sepeda motor ditengah paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. -Wahana Honda For Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta - Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), melalui tim Safety Riding Promotion (SRP), mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan "Cari Aman" dalam setiap kondisi perjalanan. Tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri, juga pengendara lain dan sesama pengguna jalan.
Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani mengatakan, keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan oleh skill, tetapi juga bagaimana pengendara memitigasi dan membaca risiko kecelakaan yang diakibatkan kondisi lingkungan.
"Saat menghadapi jalan yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, pengendara perlu lebih tenang, tidak terburu-buru, dan selalu mengutamakan keselamatan,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (9/9).
Agus Sani menambahkan, untuk membantu masyarakat tetap aman saat melakukan perjalanan, WMS melalui tim SRP membagikan 6 hal penting yang perlu diperhatikan pengendara ketika menghadapi kondisi lingkungan dengan paparan abu vulkanik.
Pertama, gunakan helm dengan Vlvisor tertutup. Penggunaan helm dengan visor tertutup penting untuk membantu melindungi wajah dan mata dari partikel abu yang beterbangan. Abu yang masuk ke mata dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu konsentrasi pengendara, sehingga pastikan visor dalam kondisi bersih, tidak rusak, dan tetap memberikan pandangan jelas.
Kedua bunakan masker (utamakan masker N95). Partikel abu vulkanik yang sangat kecil berpotensi terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. "Pengendara disarankan menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi yang baik, seperti N95, serta memastikan masker menutup hidung dan mulut dengan benar untuk membantu mengurangi paparan partikel dari udara," tambahnya.
Ketiga adalah kurangi kecepatan berkendara. Kondisi jalan yang tertutup abu membutuhkan cara berkendara yang lebih safety. Pastikan kurangi kecepatan untuk dapat memiliki waktu pahami kondisi jalan, serta mengontrol sepeda motor dengan lebih baik ketika melintas di permukaan licin.
Keempat, tambah jarak aman dengan kendaraan di depan. Menjaga jarak dengan kendaraan di depan menjadi semakin penting karena permukaan jalan yang tertutup abu dapat mengurangi daya cengkeram ban. Dengan memberikan ruang yang lebih jauh, pengendara memiliki waktu dan jarak yang cukup melakukan perlambatan apabila terjadi perubahan situasi secara mendadak.
Kelima hindari pengereman dan manuver mendadak. Jalan yang tertutup abu dapat menjadi lebih licin dibandingkan kondisi normal sehingga pengereman dan manuver mendadak perlu dihindari. "Lakukan pengereman secara bertahap, serta lakukan perubahan arah dengan gerakan yang terukur agar keseimbangan sepeda motor tetap terjaga," jelasnya.
Keenam, jika pandangan terganggu, jangan dipaksakan. Apabila kondisi abu semakin tebal hingga mengganggu jarak pandang, pengendara tidak perlu memaksakan untuk melanjutkan perjalanan. Segera kurangi kecepatan, cari tempat yang aman untuk berhenti, dan apabila memungkinkan berlindung di area tertutup hingga kondisi lingkungan lebih aman untuk melakukan perjalanan.
“Pada kondisi seperti baru-baru ini pengendara harus mampu mengambil keputusan yang tepat. Apalagi paparan abu vulkanik yang terbawa angina begitu pekat, jangan terburu-buru serta jangan memaksakan perjalanan jika tidak memungkinkan. Mari jaga diri, jaga sesama, karena keselamatan di jalan juga berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan lain,” tuturnya.
Melalui berbagai kegiatan edukasi keselamatan berkendara, WMS bersama tim SRP terus mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.
"Kondisi jalan dan lingkungan dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga pengendara perlu selalu siap menyesuaikan cara berkendara, menggunakan perlengkapan yang tepat, serta mengambil keputusan secara bijak," tuturnya.
Apapun kondisinya, tetap Cari Aman, Jaga Diri, Jaga Sesama, dan Utamakan Keselamatan di Setiap Perjalanan. Kewaspadaan di tengah kondisi jalan yang berubah menjadi langkah penting untuk mencegah risiko dan memastikan perjalanan tetap aman bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. (bud/esa)
Sumber:
