Jalan dan Jembatan Direkonstruksi, Pengerjaan Tunjukkan Progres Maksimal
MONITOR LANGSUNG: Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid didampingi Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Iwan Firmansah saat meninjau perbaikan jalan.(Dok DBMSDA Kab. Tangerang)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Penanganan infrastruktur oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang mulai menunjukkan progres. Sektor jalan dan jembatan yang dilakukan penanganan tersebar di semua kecamatan.
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Iwan Firmansah mengatakan, percepatan pembenahan infrastruktur optimalkan konektivitas wilayah. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran mobilitas warga dan memperkuat aksesibilitas ekonomi.
Kata dia, pengerjaan fisik perbaikan, peningkatan, hingga rekonstruksi jalan dan jembatan sudah berjalan serentak. Ia memastikan, pemerintah komitmen memantau setiap tahapan proyek agar selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi mutu yang ditetapkan.
“Seluruh paket pengerjaan jalan dan jembatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang saat ini sudah bergerak di lapangan. Fokus utama kami adalah memastikan akses mobilitas masyarakat kembali optimal dan aman untuk dilintasi,” katanya, Selasa 1 September 2026.
Berdasarkan data perkembangan pengerjaan infrastruktur di lapangan ada beberapa ruas jalan yang sudah selesai dan dapat dilintasi warga. Ada dua proyek yakni lanjutan rekonstruksi Jalan Cituis Sukadiri – Jati Gintung dan lanjutan rekonstruksi Jalan Gardu – Tanah Merah.
Selain itu beberapa ruas jalan yang direkonstruksi juga mengalami progres perkembangan yang cukup pesat. Diantaranya adalah di wilayah Sepatan dan Sepatan timur yakni lanjutan rekonstruksi Jalan Gardu – Tanah Merah Segmen 5 Desa Sarakan, Sepatan yang menunjukkan progres signifikan mencapai 56,32 persen. Lalu rekonstruksi Jalan Gaga – Kedaung Barat di Sepatan Timur yang pengerjaannya memasuki progres 43,27 persen.
Dan juga rekonstruksi jalan di wilayah Tigaraksa yakni peningkatan Jalan Cibadak – Tigaraksa dimana progres pengerjaan telah mencapai 41,32 persen.
Selama “pelaksanaan tersebut Iwan meminta maaf atas ketidaknyamanan akibat pengerjaan proyek yang memang diharapkan selesai pada tahun 2026. “Kami minta warga berhati-hati selama proses pengerjaan berlangsung di lokasi proyek. Kamu juga mohon maaf bila ada kegiatan rekonstruksi jalan menimbulkan kemacetan,” katanya.(sep)
Sumber:
