BJB

Banyak Tak Aktif, Redkar Ciputat Bakal Didata Ulang

Banyak Tak Aktif, Redkar Ciputat Bakal Didata Ulang

KUNJUNGAN: Sekcam Ciputat Cecep Iswadi (kiri) menerima kunjungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel. -Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Keberadaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di Kecamatan Ciputat bakal kembali didata. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan anggota yang masih aktif sekaligus memperkuat peran relawan dalam mencegah kebakaran, terutama di tengah musim kemarau.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ciputat yang juga mantan pembina Redkar Kota Tangsel, Cecep Iswadi mengatakan, saat ini terdapat sekitar 350 anggota Redkar di Kecamatan Ciputat. Namun, dari jumlah tersebut diperkirakan hanya sekitar 200 orang yang masih aktif.

“Pertama mungkin dia dulu daftar terus pada bekerja. Punya kesibukan masing-masing, tapi dia pengen (menjadi Redkar). Nah yang aktif ini yang benar-benar relawan sejati,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (24/8).

Cecep menambahkan, Kecamatan Ciputat memiliki 105 RW dan 508 RT. Karena itu, keberadaan Redkar dinilai masih perlu diperkuat agar dapat menjangkau seluruh lingkungan masyarakat.

Menurutnya, pendataan ulang Redkar juga akan dilakukan secara lebih luas di tingkat Kota Tangsel. Saat ini tercatat sekitar 1.674 anggota Redkar se-Kota Tangsel, tetapi yang aktif diperkirakan hanya sekitar 600 orang.

“Jadi kita pengen mendata kembali keberadaan Redkar yang 1.674 se-Kota Tangsel. Kalau secara keaktifan sekitar 600-an se-Kota Tangsel itu yang aktif,” tambahnya.

Cecep menjelaskan, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal. Berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwal), konsep pembentukan Redkar diarahkan satu anggota di setiap RT. Dengan jumlah sekitar 3.666 RT di Kota Tangsel, kebutuhan relawan masih cukup besar.

“Di Perwal itu satu RT satu Redkar. Sekitar 3.666 RT yang ada di Kota Tangsel. Masih setengahnya lebih,” tuturnya.

Cecep menilai, Redkar tidak hanya berperan ketika terjadi kebakaran. Para relawan juga memiliki tugas penting dalam memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan kebakaran.

Terlebih saat ini kondisi cuaca panas dan musim kemarau meningkatkan potensi terjadinya kebakaran di lingkungan permukiman.

“Pertama, dia harus ke wilayah masing-masing memberikan edukasi. Dengan cuaca yang sangat-sangat tinggi panasnya, mereka harus memberikan edukasi ke rumah-rumah atau ke RT di mana dia tinggal,” tuturnya.

Ia berharap di bawah pembinaan Kepala Bidang Damkar yang baru, keberadaan Redkar semakin aktif dan memahami tugas serta fungsinya sebagai relawan.

“Mudah-mudahan di eranya Pak Kabid Muksin, Redkarnya lebih hebat, lebih mengerti arti Redkar itu seperti apa, dan mudah-mudahan bisa berkolaborasi dengan Dinas Damkar selaku dinas pembina Redkar di Tangsel,” ungkapnya.

Cecep juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sembarangan dan menggunakan sambungan listrik secara tidak aman.

Sumber: