Kerugian Kebakaran Toko Sembako Capai Rp1,2 Miliar
KORSLETING: Api membakar toko yang dijadikan sebagai tempat usaha distributor sembako di Kelurahan Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong Utara.(Damkar Tangsel For Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG UTARA — Toko yang digunakan sebagai tempat usaha distributor sembako di RT 001, RW 01, Kelurahan Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel, terbakar pada Kamis (20/8) dini hari.
Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut menghanguskan bangunan seluas sekitar 100 meter persegi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.
Anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Imam mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 04.13 WIB. Petugas kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 04.42 WIB dan berhasil menyelesaikan proses pemadaman pada pukul 05.35 WIB.
”Objek yang terbakar merupakan toko yang digunakan sebagai tempat usaha distributor sembako milik Syahrul. Penyebab sementara diduga karena korsleting listrik. Korban jiwa nihil,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (20/8).
Untuk memadamkan api, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel mengerahkan empat unit mobil pemadam dengan 25 personel. Proses pemadaman berlangsung relatif lancar tanpa kendala berarti.”Situasi saat ini sudah kondusif dan tidak ada hambatan yang berarti selama proses pemadaman,” tambahnya.
Imam menjelaskan, kebakaran dapat dipicu berbagai faktor. Namun, berdasarkan kejadian yang ditangani, kelalaian manusia masih menjadi salah satu faktor dominan. Kondisi cuaca panas saat musim kemarau juga dapat meningkatkan risiko kebakaran.”Yang paling banyak tetap karena kelalaian manusia. Cuaca panas memang berpengaruh, tetapi faktor dominannya masih human error,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Omay Komarudin mengatakan, sepanjang 2026 telah terjadi 98 kasus kebakaran di wilayah Kota Tangsel.
Sebagian besar kebakaran dipicu korsleting listrik, dengan objek yang terbakar antara lain ruko dan bangunan usaha. Menurutnya, masyarakat perlu melakukan pemeriksaan terhadap instalasi listrik, terutama pada bangunan yang telah berusia puluhan tahun.
Kabel dan instalasi listrik yang sudah lama digunakan berpotensi mengalami penurunan kualitas dan meningkatkan risiko korsleting.”Yang punya instalasi listrik harus cek ulang. Kalau sudah terlalu lama, apalagi sudah puluhan tahun, otomatis instalasi listriknya sudah rawan dan kabel sudah mengalami penurunan daya tahan,” ujarnya.
Omay mengimbau pemilik bangunan untuk berkoordinasi dengan pihak PLN guna memastikan kondisi instalasi listrik masih memenuhi standar keamanan.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri mengatakan, kebakaran merupakan salah satu bencana yang dapat menimbulkan kerugian besar karena mampu menghanguskan harta benda dalam waktu singkat.”Kalau kebakaran sudah terjadi, dampaknya bisa sangat besar. Karena itu yang paling penting adalah bagaimana mencegahnya sebelum terjadi,” ujarnya.
Dohiri juga mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik, menghindari penggunaan colokan secara bertumpuk, serta menggunakan peralatan listrik sesuai standar keamanan.”Minimal masyarakat bisa menjaga rumahnya sendiri dari bahaya kebakaran. Kalau setiap rumah aman, tentu lingkungan juga akan lebih aman,” tutupnya.(bud)
Sumber:


