Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Budaya
Peserta pawai budaya Kota Serang memeriahkan acara di Royal Baroe, Senin malam, (17/8). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Ribuan peserta memeriahkan Pawai Budaya Kota Serang yang digelar di Royal Baroe, Senin (17/8) malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-19 Kota Serang sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pawai budaya diikuti sekitar 104 peserta dengan total rombongan mencapai kurang lebih 1.200 orang. Para peserta menampilkan beragam kesenian dan budaya lokal yang menarik perhatian masyarakat.
Sejumlah kesenian yang ditampilkan di antaranya Saung Patok, Terbang Gembrung, dan Yalid. Beragam pertunjukan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Kota Serang.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, pawai budaya tidak sekadar menjadi kegiatan perayaan, tetapi juga ruang untuk menampilkan kekayaan seni, kreativitas, dan keberagaman masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sebuah perayaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan seni, budaya, kreativitas, dan keberagaman yang dimiliki masyarakat,” kata Budi.
Ia berharap berbagai kesenian tradisional tersebut terus dikenalkan kepada generasi muda agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Budi juga mengajak pelajar, seniman, budayawan, komunitas, dan masyarakat untuk terus berkreasi dalam mengembangkan budaya daerah.
Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun Kota Serang tidak hanya melalui infrastruktur, tetapi juga dari sisi kebudayaan.
“Mudah-mudahan dengan kemeriahan ini, Kota Serang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kultur, khususnya budaya,” ujarnya.
Menurut Ahmad, pelaksanaan pawai di kawasan Royal Baroe juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kawasan tersebut sebagai ruang kegiatan masyarakat, khususnya di bidang kebudayaan.
“Ini tahun awal pembangunan Royal Baroe diisi dengan kegiatan kebudayaan. Ke depan, ini akan menjadi event tahunan dan kita akan menyusun kalender kebudayaan khusus di sini,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan Kota Serang tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan budaya.
“Pembangunan Kota Serang tidak hanya difokuskan pada infrastruktur fisik, tetapi juga keseimbangan kultural,” pungkasnya. (ald)
Sumber:


