Cegah Tawuran, Bentuk Unit Cepat Tanggap
Camat Ciputat Erwin Gelama Putra.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Camat Ciputat Erwin Gelama Putra berencana membawa sejumlah program yang pernah diterapkannya saat menjabat Camat Setu untuk diterapkan di wilayah Kecamatan Ciputat.
Salah satu program yang akan dikembangkan berkaitan dengan ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Hal ini menyusul adanya sejumlah kejadian tawuran yang terjadi di wilayah Ciputat beberapa waktu lalu.
Erwin mengatakan, pihaknya bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ciputat telah melakukan mediasi untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
"Beberapa waktu lalu terjadi tawuran di wilayah Ciputat dan sudah kita lakukan mediasi bersama jajaran Forkopimcam, dari Koramil kemudian dari Polsek," ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (13/8).
Menurutnya, untuk memperkuat upaya pencegahan, pihak kecamatan berencana membentuk wadah yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan aparat kewilayahan.
Wadah tersebut akan melibatkan Koramil, Polsek, Pokdarkamtibmas atau KSK, RT/RW, serta unsur ketenteraman dan ketertiban (trantib) kecamatan.
"Kita akan membuat satu wadah yang terdiri dari unsur Koramil, Polsek, Pokdarkamtibmas, RT/RW, kemudian kita kolaborasikan dengan trantib kecamatan," tambahnya.
Erwin menjelaskan, wadah tersebut merupakan pengembangan dari program yang sebelumnya pernah diterapkannya di Kecamatan Setu, yakni Unit Cepat Tanggap (UCT).
"Nanti wadah tersebut akan menjalankan fungsi pengawasan di masing-masing wilayah pada level RW atau RT," jelasnya.
Melalui UCT, potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat diharapkan dapat diketahui lebih cepat. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
"Apabila ada potensi kerawanan yang mengakibatkan terganggunya ketenteraman dan ketertiban, kita bisa melakukan pemantauan dan monitoring melalui wadah UCT tersebut," ungkapnya.
Namun, Erwin menyadari karakteristik masyarakat Ciputat berbeda dengan Kecamatan Setu. Ciputat merupakan salah satu wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta dengan masyarakat yang cukup heterogen.
"Karakteristik masyarakat di Ciputat tentunya berbeda dengan Setu. Ciputat sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta mempunyai karakteristik masyarakat yang heterogen dari berbagai macam suku," tuturnya.
Karena itu, keberagaman masyarakat tersebut harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi sumber konflik. (bud)
Sumber:


